Friday 19 February 2016

Rumah

Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal.
Rumah punya setidaknya lima syarat.
Dia harus punya lantai atau fondasi,
dinding, atap, jendela dan pintu.


Fondasi rumah adalah sebagai penopang.
Jika suatu rumah memiliki fondasi,
rumah itu akan berdiri dengan kuat.
Lama atau sebentarnya rumah itu kokoh,
ditentukan oleh bagus tidaknya fondasi yang dibuat.

Sebuah rumah pasti punya dinding dan atap.
Sebagai pelindung isi rumah tersebut.
Dari angin, air, debu atau apapun.

Tak lengkap jika rumah tak berjendela.
Jendela berfungsi sebagai alat keluar masuknya udara.
Dengan adanya jendela,
setidaknya kita bisa sedikit mengintip keluar.

Setiap rumah juga memiliki Pintu.
Pintu dibuat sebagai jalan masuk atau keluar.
Untuk sang pemilik rumah,
atau juga untuk tamu yang datang.

Bagiku,
rumah adalah keluargaku.
Tempat dimana sifatku dibentuk disana,
tempat kenyamanan selalu terasa,
tempat aku belajar sesuatu yang baru,
dan tentunya tempat aku pulang.

Fondasi sifatku terbangun disana.
Dari aku lahir sampai sekarang aku dibentuk.
Aku sedemikian rupa dibentuk,
agar jadi pribadi yang kuat.

Tanpa keluarga,
tak bisa aku punya tempat mengadu,
tak ada yang bisa membelaku,
tak bisa aku berlindung.

Dari keluargaku aku belajar.
Belajar untuk berani melihat keluar,
ketempat yang belum pernah kita pijak.
Tempat tanpa perlindungan.

Keluarga itu tidak memaksa kita untuk tinggal.
Mereka selalu membiarkan kita pergi.
Karena mereka tau,
pada akhirnya kita akan pulang.
Keluarga yang selalu akan menerima kita.
Apapun keadaannya dan kapanpun.

Rumah adalah keluarga.
Bukan hanya tempat tinggal.
Rumahku bukan hanya di Indonesia.
Disini pun aku punya tempat pulang,
karena aku punya keluarga baru.

Jika kita punya rumah yang banyak,
bukan berarti rumah yang lain tak penting.
Karena kita selalu butuh perlindungan,
saat tidak di tempat kita dilahirkan.

2 comments :

  1. Bener banget kak. Kemana pun kaki melangkah, rumah itu tempat kembali.
    I've left home since I was 13, and where my mom is, is still my home xD
    Dan skrg udah di jerman, lebih ngerasa lg klo rumah itu bukan cuma a house where my mom lives, tapi Indonesia. Where I feel home krn suasananya, makanannya, orang2nya dll.
    Btw postingan terakhir di blogku juga tentang 'home' hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena makin kesini, kita makin dewasa. makin ngerti ini dan itu. semangat yaaaa

      Delete