Thursday, 10 March 2016

02

Sepertiga malam.

Banyak manusia sudah terlelap di waktu ini. Padahal teorinya, waktu ini adalah waktu yang tepat untuk meminta, pdkt, mengeluh, dll. Pada siapa? Pada Allah. Pada Yang Maha Esa. Tapi, banyak kah diantara kita yang menjalankan rutinitas ini? Masih banyak kah manusia yang menjadwalkan waktu ini untuk bermunajat padanya?

Aku mau sedikit bercerita masa SMA ku. Aku rutin tidur setelah isya. Atau malah sebelum waktu isya kalau aku sudah di rumah. Lalu alarm ponsel ku selalu membangunkan aku pada pukul dua dini hari. Tak susah bangun pada waktu ini. Karena biasanya mamah pun sudah bangun dan terdengar aktifitas di dapur. Mugkin juga sudah kebiasaan, jadi tidak susah menjalankannya. 

Biasanya aku langsung ke dapur untuk menyeduh segelas kopi instant. Lalu ke kamar mandi untuk membasuh wajah dengan air yang sejuk. Bahkan aku berwudhu. Lalu aku sedikit mengobrol dengan mamah di dapur, bercerita ini dan itu karena pada malam hari aku sudah begitu lelah untuk cerita. Lalu kami masuk kamar masing-masing sambil menaruh kopi yang hangat. Menggelar sajadah, lalu bermunajat pada-Nya. Itu rutinitasku dulu saat sma.

Suatu hari aku pernah bercerita masa ini pada salah satu sahabatku. Dia langsung saja jatuh cinta. Jatuh cinta pada rutinitasku dulu. Rutinitas yang sayang sekali saat ini sudah aku tinggal kan. Hanya sekali dua kali aku bisa tidur tepat waktu. Entah apa alasannya. Tapi aku jujur, sedih. Ingin sekali aku hidup teratur. Ingin sekali aku tak meninggalkan rutinitas itu. Ingin sekali aku kembali ke masa itu. Atau setidaknya, otak ku bisa mengembalikan jam biologis ku yang dulu. 

No comments :

Post a Comment