Monday, 14 March 2016

06

Briefing.

Dulu saat aku masih memakai seragam putih-biru, aku masuk ekstrakulikuler paskibra. Pasukan Pengibar Bendera. Peraturan di ekskul itu sangat ketat. Ditambah lagi sekolahku yang masih dibawah yayasan angkatan laut. Dan ditambah lagi pembina paskibra ku (yang kebetulan adalah tetanggaku) yang sangat disiplin. Jadilah aku termasuk juga anak yang lumayan disiplin akan waktu. Ya setidaknya sekarang kalo janjian denganku, jarang lah aku pakai waktu Indonesia, yang biasanya +1 jam dari waktu janjian.

Jam enam adalah waktu pengibaran bendera merah putih untuk anak paskibra dan pramuka di sekolahku. Setelah itu kami briefing. Apalagi saat aku menginjak kelas dua dan memegang peran lumayan penting di organisasi sekolah. Semakin lah aku wajib datang di sekolah bahkan sebelum waktu menunjukkan pukul enam pagi. Untungnya rumahku tak jauh dari sekolah. Bisa jalan kaki, naik angkot, atau yang paling ekstrim, ikut tetangga (alias pembina yang super disiplin). Masuk kelas tiga, jam enam aku sudah belajar di kelas. Pendalaman materi. 

Selagi sma, jam enam adalah waktu terlama aku keluar rumah. Karena kalau keluar setelah jam enam, kemungkinan besar aku butuh waktu lebih lama untuk mencapai sekolah. Tidak, tidak begitu jauh jarak rumah ke sekolah. Tapi macetnya jakarta, kau sudah tahu lah... Sekarang? Aku tak jarang juga bangun pukul enam pagi. Tapi setelah itu merasa masih begitu pagi untuk beraktivitas. Jadinya aku kembali menarik selimut, menghilangkan rasa dingin yang menusuk.
»»  Read More...

Sunday, 13 March 2016

05

Riweuh.

Ngerti riweuh gak yang bukan orang sunda? Riweuh itu artinya repot atau heboh. Flashback lagi ke jaman masih di rumah dulu. Repot kalo udah jam segini. Gantian mandi. Ada yang udah sarapan. Ada yang masih di kasur. Aku biasanya masih duduk diatas sejadah, udah mandi, tapi belum ganti seragam. Anak si papah itu tiga orang perempuan. Anak pertama kalo mandi bisa lama banget. Bisa setengah jam sendiri. Aku anak kedua. Normal lah, walau kadang mamah suka curiga kalau aku gak mandi. Karena aku termasuk yang cepet. Adik ku, anak ketiga papah, selalu harus di teriakin untuk mandi pagi yang bener. Karena dia termasuk golongan orang yang malas mandi.

Sekarang? Ditanah perantauan yang sendiri. Aku merasa hidupku lagi gak beraturan. Jam lima ya aku masih tarik selimut sampai kepalaku tertutup. Jangan ditiru kawan, aku saja lagi benci sama keseharianku yang sekarang. Aku harus berubah sebisa mungkin. Setidaknya punya jadwal sendiri. Kadang aku memaklumi caraku ini karena aku tau waktu sholat disini sering kali berubah. Sehingga aku tak punya jadwal pasti untuk jam biologisku. Sebenarnya aku sendiri kasihan sama badanku ini. Maaf aku ya, niw..

Hidupku lebih teratur memang saat aku bersama mamah. Aku memang anak mamah yang katanya paling manja. Kata mamah, darah biru sepertinya sedikit mengalir di saluran darahku. Waktu aku pulang ke Indonesia kemarin, hidup aku selama dua bulan itu teratur. Mau tidur semalam apapun, mataku selalu terbuka saat waktu menunjukan pukul lima pagi. Dengan sendirinya ataupun dipaksa terbuka karena mamah membangunkan aku. Lebih sering aku malu jika aku bangun lewat dari jam lima pagi. Keponakan aku yang lucu saja sudah riang menyanyikan lagu anak, masa aku masih tertutup selimut?
»»  Read More...

Saturday, 12 March 2016

04

Batas.

Batas aku tidur atau aku bangun. Jika aku masih terjaga dan pikiran aku sedang berkeliaran, maka aku membatasi sampai pukul empat ini. Aku harus berhenti dan mulai mencoba untuk tidur. Jika aku terlalu lelah di malam hari dan memutuskan tidur cepat, maka aku akan pasang alarm yang akan membangunkanku pada pukul empat.

Jika aku masih terjaga sampai pukul empat, artinya ada yang salah dengan diriku. Ada pikiran yang mengganggu aku. Membuat hidupku semakin tidak sehat. Biasanya membuat keesokan harinya aku mengulang pola tidur yang salah. Biasanya membuat badanku menjadi tidak enak, lalu aku terkapar sakit.

Pernah juga jam empat itu menjadi batas aku tidur. Aku bahkan pernah harus pergi jam empat subuh. Sudah sibuk ke kamar mandi dan menelepon taksi padahal langit masih gelap. Biasanya itu terjadi di hari-hari yang penting. Banyak. Misalnya sportfest atau acara penting lain seperti pengajian di luar kota. Itu yang sekarang-sekarang. Dulu, lebih sering ketika mau mudik ke Bandung. Tepat di hari Idul Fitri. Atau sudah sibuk karena ada acara penting seperti nikahan, aqiqah, sunatan atau apapun.

Jam empat itu masih gelap, walau kadang kita sudah melihat langit tak segelap malam. Masih sejuk sekali. Jika membuka jendela atau keluar rumah, rasa segar tiba-tiba terasa. Di Jakarta dulu, senang aku jika membuka pintu rumah pada waktu ini. Karena aku bisa mendengar lebih jelas suara orang mengaji dan berdoa dari mesjid. Menyambut waktu subuh diiringi dengan bunyi ayam tetangga dan burung kenari piaraan papah yang berlomba berdzikir pada-Nya.
»»  Read More...

Friday, 11 March 2016

03

Waktu sahur.

Alarm bunyi dimana-mana. Bahkan terkadang aku bisa mendengar suara alarm tetangga (lebay). Tak jarang aku dengar pemuda sekitar membangunkan tetangga lainnya. Suara pukulan tiang listrik bergema membuat tidurku terganggu. Tentu saja suara-suara itu kalah dengan wangi dendeng dan nasi hangat yang tercium dari dapur. Pintu kamar ku pasti sudah terbuka sebelum mamah mulai menghangatkan makanan sahur. Televisi di ruang tengah sudah dinyalakan dengan suara yang tak kecil. Memaksaku berdiri untuk mencuci muka dan menjadi contoh yang baik untuk adik tercinta.

Itu dulu. Saat aku masih tinggal di atap yang sama dengan mamah, papah, kakak, dan adik. Sekarag berbeda. Bahkan bukan pukul tiga waktu sahur disini. Berganti-ganti. Tapi saat aku melihat jam dinding yang menunjukan pukul tiga dini hari. Itulah memori yang terlintas di kepalaku. Wangi dendeng dan nasi hangat. Dinginnya udara pagi. Bunyi nyaring alarm ponsel atau alarm manusia di luar sana. Sentuhan tangan kakak atau mamah di lenganku yang bergantian mencoba membangunkan aku. 

Masa ini? Mungkin pada pukul tiga dini hari aku ada di alam mimpi. Entah mimpi indah yang akan kuingat terus. Atau mimpi buruk yang membuat tidurku tidak nyenyak dan merasa lelah keesokan harinya. Untuk kesekian kalinya aku bilang, sekarang aku berubah. Mungkin tak menjadi lebih baik. Tapi perubahanku beralasan. Karena kebutuhanku pun mulai berubah. Waktu juga yang membuat aku berubah. Bukan, bukan hanya aku. Tapi kita semua.
»»  Read More...

Thursday, 10 March 2016

My Trip My Adventure

Perjalananku, Petualanganku.

Hitz banget deh kalimat ini. Apalagi di kalangan remaja Indonesia. Mungkin gara-gara ada acara itu di salah satu stasiun televisi ternama di tanah air kita. Acara yang nunjukin petualangan beberapa artis yang hobi berpetualang. Indonesia kan emang indah, mereka mengiklankannya dengan apik, rapih, cerdas. Makanya jadi banyak deh orang-orang indo yang jadi lebih cinta Indonesia. Lebih pengen juga melihat alam Indonesia secara langsung. Timeline Path sama Instagram pun jadilah penuh sama orang yang naik gunung ini itu, ke pantai ini itu, sama tulisan-tulisan berbau "I love Indonesia". Bikin baper tau gak?! Bikin kangen Indonesia. Huhuhuuhu..

Nah, sampai tadi pagi lah aku ngobrol sama seseorang nun jauh di pulau tempat aku dilahirkan. Ngobrolin masa depan. Beuh, beraaatt. Kita rencanain ini itu, kita tau itu semua gak gampang. Harus bener-bener usaha. Semuanya harus disiapin dulu. Mulai dari fisik, batin, modal, ini itu yang lainnya juga. Semua diperkirakan. Semua punya rencana-kedua-nya juga kalau-kalau (amitamit) gak tercapai. Rencana yang belum pernah kita lihat orang melakukannya. Belum punya contoh yang beneran mirip-mirip kayak kasus kami.

Jujur, aku terlalu bersemangat. Aku pengen banget langsung ada di rencana besar kita itu. Tapi semuanya harus berawal dari sabar dan persiapan yang se-ok-mungkin. Semuanya harus mateng dulu sampai saat kita ada di waktu itu. Sekarang kita masih ditahap 'bermimpi". Menggambarkan semua yang akan terjadi. Mungkin yang suatu hari nanti kita ada disana. Aamiin. Lalu aku pikir, inilah petualangan yang sebenernya. Petualangan hidup kita. 

Apa coba arti Petualangan? Sayang sekali aku lagi gak ada internet di rumah, jadi ga bisa buka KBBI online lagi. Tapi setauku petualangan itu artinya sebuah perjalanan yang kita persiapkan, jalankan dan jadi kenangan suatu hari nanti. Bukan, bukan cuma petualangan pergi naik gunung atau menyusuri tepian salah satu pulau di bumi Allah. Petualangan artinya hidup dengan perencanaan, peng-amal-an yang baik, bonusnya: kenangan manis. 

Rencana. Manusia emang cuma bisa berencana. Kita gak tau apa yang akan terjadi satu detik kedepan. Bahkan mengetik pun, kita bisa aja maunya ngetik apa, tapi yang kepencet apa. Typo itu mah, niw! Hahahhaha... Tapi ya iya dong bener? Rencana kita gak berjalan semulus yang kita bayangkan, tapi bisa kita rubah, kita ulang atau apapun, sampai akhirnya kita sampai pada gambaran awal kita. Sampai akhirnya rencana kita, cita-cita kita tercapai. Nah, yang suka typo (kayak niwi), apa masih mau melepas semua gambaran atau rencana awal kamu? Emang susah. Kadang kita gak rela menghapus apa yang udah kita tulis, tapi kalau itu gak sesuai, apa mau kita pertahanin? Kadang kita kesel banget kan kalo typo? Tapi apa yang salah itu bisa bisa dimengerti orang? Kita harus meralatnya kan? Orang juga, orang bakal maklum. Mungkin ada yang mencemooh. Tapi sebenernya mereka mengerti apa maksudmu, mungkin mereka hanya mengingatkan kalau kamu sebenarnya salah.

Peng-amal-an yang baik. Butuh usaha dalam setiap rencana yang sudah kita buat. Ini yang berat. Karena mempraktekan semua yang sudah direncanakan dan digambarkaan gak akan semulus dan semudah itu. Butuh riset dulu sebelumnya. Butuh latihan dan kesiapan mental yang kuat. Bukan cuma mental sih. Fisik juga. Karena yang namanya praktek kan butuh gerak yang cuma bisa dilakuin sama raga kita ini. Kalo prakteknya ini mulus, lancar, tanpa hambatan, artinya kita tinggal langsung nikmatin hasilnya. Tapi ingat kawan, mulus bukan berarti gak berat. Mulus bukan berarti tanpa peluh dan sabar. Kalo gak mulus? Padahal kita udah usaha sekuat mungkin. Memeras peluh, menanam sabar, mengikis raga, tapi hasilnya tak seperti gambaran kita. Artinya, ada dua yang kurang kawan.

Karena hasil itu punya rumus sendiri. RENCANA+USAHA+DOA+KEPERCAYAAN=HASIL. Mungkin bagi pemeluk agama islam, kenal yang disebut kata TAWAKAL. Rumusnya jadi lebih simpel, RENCANA+TAWAKAL=HASIL.


RENCANA= mimpi dan gambaran awal kita.
USAHA= pergerakan fisik, batin dan mental untuk mewujudkan gambaran awal.
DOA= karena hanya tuhan yang mengatur segala sesuatu yang terjadi di bumi ini.
KEPERCAYAAN= percaya yang kamu mimpikan itu sesuatu yang baik dan akan terwujud suatu saat.

TAWAKAL
1. adanya cinta. Kalau cinta, sudah percaya
2. adanya usaha
3. adanya ketetapan hati (bahwa Allah itu Maha Esa)
4. menyandarkan hati hanya pada Allah
5. berbaik sangka
6. pasrah
7. mengharapkan, menyerahkan, mewakilkan segalanya pada Allah.

Jadi yang kurang apaaaa? Iya, kurang doa sama kurang percaya. Gak perlu lah ya dijelasin. Karena bisa panjang banget uraiannya, kalo mau tau sudut pandang aku tentang doa dan kepercayaan, email aja email, atoga line, atau apakek. Hahahhaha.. Engga, aku gak mager nulisnya kok, cuma terlalu jauh aja jadinya bahasannya. Nanti aku malah jadi terkesan sok tau juga. Padahal cuma ngutarain pendapat doang.

Kalo semuanya udah dilakukan, pasti ketemu hasil. Walau mungkin agak berbeda dari gambaran awal kita, tapi ada pastinya hasil yang terbaik untuk kita. Sesuatu yang kita inginkan, bukan berarti yang terbaik buat kita. Sesuatu yang kita benci, bukan berarti yang terburuk untuk kita. Makanya jangan suka bilang: "ah, gue gak suka itu" atau "gila gila, gue mau banget itu deh, harus banget punya/dapet/jadi itu". Pokoknya jangan "terlalu" sama sesuatu. Soalnya manusia mudah sekali kecewa.

Hasil apapun nanti yang ada di depan, itulah hasil dari petualanganmu. Indah. Apapun itu. Indah. Ketika kamu diam sejenak dan melihat memori yang kamu punya untuk menghasilkan apa yang kau lihat sekarang, tak ada rasa yang seindah itu. Memori yang baik atau yang buruk, ketika kau kembali melihatnya, kau hanya tersenyum. Karena semua tak bisa diulang, semua akan hanya jadi kenangan dan pembicaraan saja. Masa buruk pun bisa membuat kamu tertawa kelak.

Intinya apa sih niw lu nulis panjang begini?
Intinya, nikmati petualanganmu. Nikmati hidupmu. Nantikan apa yang kamu gambarkan waktu itu. Gambaran di otakmu kelak akan jadi kenyataan. Berusaha dan berdoa itu penting. Walau pun segala sesuatunya sudah ditetapkan. Percayalah apapun yang jadi ketetapan-Nya, adalah yang terbaik untukmu. Semangat kawan! Buatlah petualangan hebat yang akan jadi cerita untuk anak-cucu kita kelak. Untuk jadi sebuah pengalaman. Untuk jadi bahan riset seseorang ketika mereka baru akan berusaha. Semua ada di kamu. Tingkat keseruan petualanganmu, ada di tanganmu sendiri. Pilihannya cuma dua:

Petualangan yang seru?
atau 
Petualangan yang biasa?

ditulis, 09.03.2016
»»  Read More...

02

Sepertiga malam.

Banyak manusia sudah terlelap di waktu ini. Padahal teorinya, waktu ini adalah waktu yang tepat untuk meminta, pdkt, mengeluh, dll. Pada siapa? Pada Allah. Pada Yang Maha Esa. Tapi, banyak kah diantara kita yang menjalankan rutinitas ini? Masih banyak kah manusia yang menjadwalkan waktu ini untuk bermunajat padanya?

Aku mau sedikit bercerita masa SMA ku. Aku rutin tidur setelah isya. Atau malah sebelum waktu isya kalau aku sudah di rumah. Lalu alarm ponsel ku selalu membangunkan aku pada pukul dua dini hari. Tak susah bangun pada waktu ini. Karena biasanya mamah pun sudah bangun dan terdengar aktifitas di dapur. Mugkin juga sudah kebiasaan, jadi tidak susah menjalankannya. 

Biasanya aku langsung ke dapur untuk menyeduh segelas kopi instant. Lalu ke kamar mandi untuk membasuh wajah dengan air yang sejuk. Bahkan aku berwudhu. Lalu aku sedikit mengobrol dengan mamah di dapur, bercerita ini dan itu karena pada malam hari aku sudah begitu lelah untuk cerita. Lalu kami masuk kamar masing-masing sambil menaruh kopi yang hangat. Menggelar sajadah, lalu bermunajat pada-Nya. Itu rutinitasku dulu saat sma.

Suatu hari aku pernah bercerita masa ini pada salah satu sahabatku. Dia langsung saja jatuh cinta. Jatuh cinta pada rutinitasku dulu. Rutinitas yang sayang sekali saat ini sudah aku tinggal kan. Hanya sekali dua kali aku bisa tidur tepat waktu. Entah apa alasannya. Tapi aku jujur, sedih. Ingin sekali aku hidup teratur. Ingin sekali aku tak meninggalkan rutinitas itu. Ingin sekali aku kembali ke masa itu. Atau setidaknya, otak ku bisa mengembalikan jam biologis ku yang dulu. 
»»  Read More...

Wednesday, 9 March 2016

01

Masih terjaga.

Biasanya aku mulai kesal dan lapar. Ada dua pilihan. Tidur atau ikuti keinginan. Ada dua keinginan biasanya. Masak atau menyalakan lagi laptop yang sudah mati. Biasanya butuh 15 menit untuk aku berpikir pilihan mana yang akan kupilih. Kalau aku benar-benar mengatuk, dalam 15 menit itu aku sudah terlelap. Sudah berkeliaran di alam lain. Tapi jika mataku masih belum seberat itu, aku biasanya membutuhkan lima menit lain untuk memutuskan pilihan lain.

Perutku biasanya membantu di lima menit tambahan ini. Kalau dia benar-benar butuh diisi, dia akan bernyanyi dengan nyaring. Jika nyanyian itu terdengar, aku bangkit lagi dari kenyamanan. Membuka selimut tebalku, duduk sebentar karena aku punya gangguan darah rendah yang membuatku harus bangun bertahap. Lalu aku berjalan menuju dapur. Melihat meja tempat aku menyimpan makanan. Jika ada pisang, kulahap habis satu buah. Kalau tak ada, terpaksa aku mengoles roti tawar dengan selai coklat-kacang. Jika pisang dan roti tak ada, aku bereksperimen dengan isi kulkas ku. Jika perutku masih bernyanyi, ku tuang segelas susu dingin ke galas, dan meneguknya cepat.

Bagaimana kalau perutku tidak bernyanyi? Aku tak bergerak dari posisiku. Menyalakan kembali laptop yang sudah kumatikan sejak dua jam yang lalu. Aku buka browser favorit ku, lalu mulai mencari tontonan yang kira-kira bisa membuatku mengatuk. Biasanya kuserahkan pada film kartun jaman kecil. Pokoknya film yang sudah pernah ku tonton, biar aku tak penasaran dengan alur kisahnya. Biar aku tertidur pada seperempat pertama film tersebut.

Ada kalanya aku tak mau menonton. Sehingga aku sumbat kedua telingaku dengan lagu kesukaan. Membiarkan otak ku bekerja dengan liar. Terkadang membuat kesepuluh jemari ku bekerja sampai pagi. Kalau sudah begitu, otakku membuat semua jadwal jadi kacau. Tapi setidaknya aku senang karena aku membuat dini hariku lebih produktif.

Dari semua pilihan di pukul satu pagi ini. Tentu saja aku lebih suka jika otak dan badanku memilih untuk tidur. Karena memang badan manusia butuh tidur pada waktu tersebut. Karena aku manusia yang ingin punya hidup teratur. Aku masih mencoba dan terus mencari cara yang tepat untuk terlelap di waktu yang juga tepat. 

Mungkin kau punya saran?
»»  Read More...

Tuesday, 8 March 2016

00

Tengah Malam.

Aku biasanya belum tidur. Masih terjaga. Masih menggenggam telepon genggam ku. Biasanya aku membuka semua sosial media yang kupunya. Berputar dari mulai path, instagram terkadang mengecek chat di line. Lampu kamar masih menyala. Kadang lilin beraroma sedikit lavender pun menyala. Aku tak suka jika kamarku dingin dan gelap. Mengingatkan pada masa kelam waktu dulu. 

Harusnya aku sudah terlelap. Tapi karena satu dan lain hal, aku terpaksa terjaga. Waktu ngantukku sudah lewat tadi pukul 22. Banyak sebabnya, bisa saja karena mengobrol, bosan lalu menonton film sampai waktu tidurku terlewat, atau yang paling penting biasanya karena aku masih mengerjakan sesuatu. Tapi saat aku sadar sudah masuk tengah malam, biasanya aku mengambil wudhu, melakukan rutinitas sebelum tidur, lalu masuk selimutku yang luar biasa tebal.

Bukannya aku tak mencoba tidur. Tapi memang sulit jika waktu tidur mu sudah lewat. Biasanya aku berjanji untuk tidak mengulangi lagi esok hari. Aku berusaha setiap hari untuk tidur sebelum pukul 00 tiba. Ya, seperti biasa, manusia hanya bisa merencanakan.Tapi wanita tak tegas sepertiku biasanya mengulang kembali kesalahan yang sama untuk sekian kalinya. Maafkan aku. Aku akan selalu berusaha jadi wanita yang lebih tegas.
»»  Read More...

Monday, 7 March 2016

Rund um die Uhr

Artinya: 24 jam.

Setelah menyelesaikan si komitmen #ceritaalfabet, aku sempat berhenti sejenak. Istirahat. Dan memang lagi ada urusan ini dan itu, pikiran kemana-mana, urusan hati juga lagi gak fokus banget, emosi meledak-ledak, dll dll deh kayak ABG pokoknya. Mungkin ya, mungkin, disebabkan oleh hormon wanita yang seenaknya ngobrak-ngabrik mood disetiap bulannya. Terimakasih.

Akhir pekan lalu akhirnya aku punya waktu istirahat di rumah. Berniat emang gak ngapa-ngapain. Cuma pengen gogoleran (tidur-tiduran), nonton atau ngobrol-ngobrol doang. Lalu emang cuma butuh istirahat sedikit, otak nih udah liar pas hari Minggu siang. Udah pengen banget nulis. Akhirya, walau badan rasanya masih pengen istirahat, si jari sama otak kerja. Iya, badannya tetep di kasur. Kalo orang liat mungkin bakal mikir: "Si Niwi mager banget sih seharian ini!"

Sebenernya tema ini udah aku tentukan dulu pas si #ceritaalfabet muncul. Biar aku nulisnya masih bertema, ga terlalu kesana kemari. Masih ada latarnya lah seenggaknya. Tapi pas kemarin mulai nulis, ternyata dalam setiap tulisanku ada kenangan yang muncul. Kenangan yang aku inget di waktu-waktu tertentu. Sekaligus jadi renungan dan sebuah instropeksi diri. Aku lebih banyak bercerita dan mengulang kejadian-kejadian masa lalu. Beda sama #ceritaalfabet yang melihat sudut pandang benda.

Hari ini pun menurutku lebih produktif. Mungkin setelah aku menulis bagaimana aktivitasku dan bagaimana aktivitasku yang SEHARUSNYA, aku jadi tersindir sendiri. Aku malu sendiri dan aku mencoba berubah. Aku ingin jadi pribadi yang lebih baik. Semoga saja bukan hanya aku yang tersindir dan mau berubah. Semoga kalian sebagai pembaca pun ikut tergerak. Bukan, bukan mau menggurui atau apapun, aku cuma ingin sharing. Aku cuma ingin mencambuk diriku sendiri. Maaf jika kalian tersindir atau tercambuk. Aku tidak bermaksud. 

Selamat menikmati BiruBicara edisi "Rund um die Uhr" yaaaa.. Kritik dan saaran bisa langsung di komentari di kolomnya, atau kalau mau lebih privat, boleh di line saja. ID: niwiarti28.

Salam,
Niwiarti.

»»  Read More...

Monday, 29 February 2016

Akhir #ceritaalfabet Awal dari Segalanya

Yeaaaaaayyy!!

Komitmen si #ceritaalfabet terpenuhi. Beres A-Z. Setiap hari, walau kemarin sempet ke skip di tanggal 23. Dikarenakan sibuk dan lagi capek banget dan kondisi gak memungkinkan bawa-bawa laptop kesana-kemari. Plus, kuota internet hp udah mau abis. hahahhaha.. banyak banget alesannya, tapi bener kok. Aku kan soalnya udah komitmen. Kalau ada celahnya, berarti aku wajib kasih tau kenapa aku begitu kaaannn?

Aku masih pengen banget berulang kali bilang makasih sama sumberku. Dia selalu bantu kasih ide dalam tulisan atau yang lebih banyak di foto-foto. Dia juga sering ingetin kalo aku belum post di waktu biasa. Dia selalu ngingetin dan percaya kalo aku bisa nyelesein proyek ini. Lebay? Engga, karena emag buat komitmen itu gak gampang. Banyak banget rintangan. Harus lewatin ini itu. Harus ada pemakluman juga dari sisi satunya kalo yang satu berhalangan.

Terus aku mau bilang makasih juga buat tentunya yang udah baca. Udah meluangkan beberapa menit waktunya setiap hari, untuk mampir ke BiruBicara. Bikin aku percaya kalau ada yang membaca tulisan aku. Bikin aku semangat karena ninggalin jejak. Entah di kolom komentar atau love di Instagram atau komentar di awah foto Instagram. Aku mohon ijin ya hapus semua fotonya. 


Makasih juga buat orang-orang yang selalu menginspirasi aku. Dari keluarga, sahabat, pembaca blog, dan banyaaaaak banget yang lain juga. Setau aku ada tiga wanita lain yang lagi seneng nulis. Ada yang kembali menulis, ada yang lagi belajar menguasai blogspot ada juga si sahabatku yang baru nyemplung lagi ke dunia blog. Selamat datang sayang-sayang kuuu..

#ceritaalfabet emang udah selesai. Tapi ini baru permulaan. Mungkin gak akan setiap hari, tapi aku usahakan terus menulis. Masih ada tema-tema lain yang akan jadi benang merah. Masih tentang hidupku atau pun tentang bagaimana aku melihat sesuatu. Kenapa aku menulis lagi? Karena aku mudah lupa. Aku sering sekali melupakan hal-hal yang dimasa depan nanti aku anggap tidak penting. Tapi sebenarnya itu penting untuk pembelajaran hidupku sendiri bahkan orang lain kan?

Sekali lagi terimakasih yaaa.. Tunggu tulisan ku selanjutnya. Aku sangat menghargai dan senang sekali kalau ada yang komentar, baik publish atau pribadi langsung ke aku. Terimakasih. 

ID Line: niwiarti28
email: niwiarti@gmail.com (lagi jarang di cek)
Instagram: niwiarti28

yah, pokoknya mah cari aja niwiarti. Gak akan banyak pilihannya kok. Hehehehe..

»»  Read More...

Sunday, 28 February 2016

Zebra

Kali ini sebuah nama hewan.
Hewan yang identik dengan warna unik.
Garis hitam putih yang jelas.
Entah hitam diatas putih
atau putih diatas hitam.


Walau tak jelas mana yang dominan,
setidaknya perbedaannya sangat jelas.
Karena dua warna itu saling bertentangan.

Dalam hidup juga harusnya jelas.
Mana baik dan mana buruk.
Sekarang semuanya sudah tercampur.
Kita tak tau benar hati seseorang.

Memang tak ada yang sempurna dalam hidup.
Si putih selalu punya noda hitam.
Si hitam juga pasti bebercak warna putih.
Tapi setidaknya kita mau memilih sisi.
Di sisi hitam atau sisi putih.

Tak ada paksaan untuk memilih.
Kita hanya lupa akan pilihan kita sendiri.
Kita harus lebih banyak mencari tau.
Supaya semuanya lebih terang.
Dan kau ingat sisi mana yang sudah kau pilih.

Sekarang lebih mudah kita untuk mencari tau.
Membaca. Mendengar. Melihat.
Berusahalah untuk tidak terpatok pada satu sumber.
Lihat sekitarmu, luas, tak berbatas.
Lama-lama kau akan bisa melihat perbedaannya.

Seperti aku.
Sekarang aku melihat Zebra berwarna putih.
Tapi bukan Zebra namanya jika tak bergaris hitam.
Manusia pun begitu.
Semuanya baik, semuanya bersih.
Tapi bukan manusia jika mereka tidak bernoda.

»»  Read More...

Saturday, 27 February 2016

Yakin

Saat kata yakin muncul,
artinya kita sudah percaya
dan mau bersungguh-sungguh atas sesuatu.
Apapun itu.
Mulai dari pilihan, hubungan dan masa depan.

Kenapa kita bisa yakin dalam memilih sesuatu?
Memang tidak ada yang sempurna dalam hidup,
tapi kita mencari sesuatu yang bisa menyempurnakan.

Kita lakukan penelitian.
Kita gambarkan hidup yang akan kita pilih.
Kita catat baik dan buruknya.
Kita ingin ada di kebaikannya.
Kita berani menaklukan keburukannya.

Kadang manusia heran dengan pilihan kita.
Kenapa harus dia?
Apa yang kamu lihat dari dia?
Akankah kamu bahagia dengan dia?
Ya, manusia sekitar kita mungkin terlalu peduli.

Sebuah keyakinan itu butuh gambaran.
Sangat memerlukan fakta-fakta dari setiap penelitian.
Selalu bergantung pada bukti.


Yakin itu harus cerdas.
Tidak tutup mata hati telinga
ketika kenyataan pahit tiba.
Yakin itu harus tegas.
Saat manusia berkata tidak
kau punya alasan untuk tetap.

Setidaknya setiap pilihan punya mimpi tersendiri.
Kau punya jalan keluarnya sendiri.
Kau punya usaha untuk meyakinkan manusia lain.

Saat kau punya gambaran masa depan.
Ikut sertakan manusia yang ada di sekitarmu.
Karena bersama mereka kau raih masa depan.
Karena mungkin mereka ingin punya
masa depan yang cemerlang bersamamu.
»»  Read More...

Friday, 26 February 2016

X

Lagi-lagi aku gak menemukan kata yang tepat.
Cuma kata serapan lagi yang kutemukan.
Itu pun aku gak tau makna-maknanya.
Aku buka lagi Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Ternyata X punya arti sendiri.
Sebagai huruf ke-24 abjad Indonesia.
Lambang bilangan sepuluh angka Romawi.
Sebagai pengganti nama orang.


Setidaknya aku jadi tau,
yang sendiri pun punya arti banyak.
Bahkan sering digunakan.
Bahkan bisa menjadi simbol.

Dengan huruf ini aku baru sadar,
aku sudah 24 hari mengeluarkan tulisanku.
Sudah 24 kata yang aku deskripsikan.
Walau kadang terasa berat, sulit, lelah.
Tak akan aku berhenti sampai huruf ke-24.

Mungkin 24 menjadi bilangan yang penting tahun ini.
Di tulisan ini aku baru benar-benar sadar.
Dengan X sebagai huruf ke-24
dan aku sempat bingung tak berarah.
Tapi akhirnya terciptalah tulisan ini.

Tahun ini, tahun X aku.
Iya, tahun ke-24 hidupku.
Aku berhenti sejenak untuk mengarahkan tujuan hidup.
Aku tau akan ada banyak yang berarti di tahun ini.
Dan aku akan berusaha terus walau rintangan disana-sini.
Hingga aku sampai pada tujuanku itu.
»»  Read More...

Thursday, 25 February 2016

Wanita

Kebetulan aku lahir sebagai bayi perempuan.
Direncanakan untuk menjadi seorang wanita.
Seorang yang diistimewakan,
menjadi tanggung jawab,
dan yang bertanggung jawab.

Wanita adalah perempuan dewasa.
Dia biasanya sudah ditempa.
Baik akal dan fisiknya.
Apalagi batinnya.


Mengapa wanita itu istimewa?
Bayangkan saja,
wanita selalu diberi waktu istirahat
minimal sekali dalam sebulan.

Kadang aku merasa tak mudah jadi wanita.
Aku sering mendengar diriku berdebat.
Padahal aku sendirian.
Iya, perdebatan akal dan batin.

Aku dituntut untuk menjadi orang baik.
Ditunggu untuk jadi orang pintar.
Kadang dimanja karena aku istimewa.
Tapi juga dilatih untuk menjadi seorang yang kuat.

Orang tua ku punya tanggung jawab besar.
Mereka harus bisa membagi waktu
memanjakan dan juga melatih dengan tegas.
Karena ketiga keturunannya seorang wanita
yang akan menjadi panutan generasi baru.

Aku masih harus berusaha untuk mencapai tahap itu.
Tahap dimana aku bisa menjadi seorang wanita.
Disaat aku harus memberi contoh
sekaligus mendidik keturunanku.

Terimakasih untuk orang-orang disekitarku.
Menjadi sandaran untuk aku yang lemah saat ditempa.
Menjadikan aku merasa istimewa.
Dan menunggu aku menjadi seorang wanita.
»»  Read More...

Wednesday, 24 February 2016

Video

Video adalah rekaman gambar hidup.
Gambar hidup yang bisa kemabali diulang,
untuk kemudian mengenang,
lalu menjadi hiburan,
atau malah jadi motivasi,
untuk menginstropeksi diri sendiri.

Jaman sekarang sudah banyak teknologi canggih.
Video dengan mudah di dapatkan,
disimpan dalam sebuah alat,
lalu diputar kembali untuk dilihat.


Tak sedikit video yang dibuat untuk motivasi.
Dengan mudahnya kita bisa menonton.
Sudah banyak tempat untuk kita menonton.
Bahkan tak berbatas.

Tak jarang juga kita melihat video keseharian orang lain.
Dari situ kita bisa mencontek sedikit banyak tingkah laku.
Membantu kita termotivasi,
setidaknya ingin hidup bahagia seperti mereka.

Tak semua dapat dengan mudah terekam tapinya.
Masih diharuskan adanya kesadaran.
Satu dan lain hal penting bisa terlupa.

Andai semua dapat melihat keseharian kita.
Apa masih ada yang ingin berbuat tercela?
Andai semua dapat melihat mimpi indah kita.
Apa masih ada rasa sedih yang timbul?

Mungkin sekarang kita hanya bisa mengira.
Tak bisa langsung melihat video di masa depan.
Tapi dengan kesadaran penuh,
ayo kita buat mimpi kita jadi sebuah rekaman.
Rekaman yang dibuat dalam video,
yang suatu hari dapat menghibur
atau bahkan memotivasi orang yang lain.

»»  Read More...

Monday, 22 February 2016

Uang

Sekali lagi aku cek Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Uang adalah alat tukar yang sah.
Uang adalah harta atau juga kekayaan.
Menurutku akal ku,
uang adalah segalanya.

Bukan aku bergantung pada uang.
Bukan aku selalu bergantung pada kekayaan.
Tapi aku heran,
kenapa segalanya harus selalu melulu bergantung pada uang.

Uang itu alat tukar.
Uang itu kotor.
Itu yang aku pelajari dulu sekali saat aku TK.


Dulu orang tuaku melaminating beberapa uang di rumah.
Untuk kami belajar menukar uang dengan barang di warung.
Beberapa warung di daerah rumah kami juga maklum.
Mendukung kami belajar tukar menukar dan kebersihan.

Tapi sekarang yag aku tau,
uang bukan hanya sebagai alat tukar.
Uang itu berarti kekuasaan.
Dan kotornya uang,
bahkan bertambah maknanya dalam pikiranku.

Jika kau mau hidup makmur di dunia,
uang adalah segala solusinya.
Kesehatan, makanan, pendidikan, bahkan kebahagiaan,
semua didapat karena kamu punya uang.

Iya. Bahkan kebahagiaan didapat karena uang.
Mungkin juga semua rasa cinta dan sayang,
hanya akan didapat seutuhnya jika kau punya uang.
Dan aku mengutuk itu.

Aku benci sejujurnya.
Semuanya berkiblat pada materi.
Memang iya setelah kupikir beberapa kali,
tapi juga banyak faktor yang lebih besar dari itu.

Semuanya berputar seperti roda.
Saat kau sehat kau dapatkan uang.
Dan karena uang kau juga sehat.
Hanya jangan sampai roda itu berhenti.
Jika roda itu berhenti,
mungkin kau akan mati.

Akal ku berkata,
faktor lain lah yang membuat roda itu tidak berhenti.
Jadi yang jadi kuasa sebenarnya bukan uang.
Tapi kuasa si pemutar roda.
Mungkin hati nurani, sifat, cinta, apapun.

Sekarang begini,
semakin besar roda makin besar juga usaha si pemutar.
Untuk apa jika kau punya roda besar,
jika kau tak tau cara bijaksana untuk memutar roda itu?
»»  Read More...

Sunday, 21 February 2016

Tasikmalaya

Aku sangat mencintai kota ini.
Di kota ini aku lahir.
Di kota ini aku tumbuh.
Di kota ini aku bermimpi.

Setengah hidupku sampai sekarang,
adalah Tasikmalaya.
Walau tak ingat banyak,
aku masih bisa rasakan Tasik.


Di Tasik semua pengalaman pertamaku.
Aku mengenal arti sahabat.
Aku mulai menulis.
Bahkan aku rasakan jatuh cinta.

Disana aku belajar.
Dari agama, sopan santun,
bahkan aku belajar bermimpi.

Tapi saat aku punya mimpi,
aku harus pergi.
Pergi dari kota kesayangan itu.
Pergi walau aku tak mau.
Menutup mimpi yang aku punya saat itu.

Di empat kota lain aku tinggal.
Di tujuh atap lain aku berlindung.
Tetap aku merasa di Tasik lah seharusnya,
aku menetap dan wujudkan mimpi.

Aku ingin pulang.
Ke tempat aku lahir.
Aku ingin punya masa depan di kota itu.
Walau mungkin kota itu berubah.

Sekarang,
ada yang sudah membuka kain penutup mimpi itu.
Mimpi lamaku yang sudah tertutup debu,
merasakan lagi hangatnya semangat.
Tinggal usaha dan doa yang harus kami perkuat.
Sampai jumpa kembali Tasik ku,
terimalah kembali aku di sana suatu hari nanti.

»»  Read More...

Saturday, 20 February 2016

Salah




Apa yang kamu rasakan kalau kamu melakukan kesalahan?
Kamu pasti akan merasa gak enak hati.
Sengaja atau tidak kesalahan itu kamu lakukan.
Besar atau kecilnya rasa gak enak yang kamu rasakan.
Dan kapan rasa gak enak hati itu muncul.

"Aturan itu untuk dilanggar."

Ada sebagian orang menerapkannya.
Merekalah yang sengaja berbuat salah.
Mereka seperti punya aturan sendiri di pikirannya.
Atau ada juga yang punya kepuasan sendiri,
kalau sudah melanggar aturan.

Kelompok ini,
gak punya rasa 'gak enak hati' saat melakukan kesalahan.
Tapi mereka akan merasakannya kelak.
Saat mereka tau itu salah,
atau saat mengenang masa lalu.
Setidaknya, mereka akan punya rasa malu.

Kelompok lainnya adalah orang yang kepepet.
Melanggar aturan karena mereka tak mampu.
Biasanya, kelompok ini punya rasa gak enak hati yang besar.
Dan rasa itu muncul seketika saat mereka lakukan kesalahan.

Kelompok ini akan membuat alasan.
Bohong demi pemakluman atas kesalahannya.
Tapi mereka selalu gelisah saat melakukannya.
Karena mereka tau pelanggaran yang mereka lakukan.

Kesalahan itu bisa dimaklumi,
jika pelanggarnya masih belum mengerti.
Kesalahan bisa dimaafkan,
jika si pelanggar benar-benar menyesalinya.

Kesalahan bisa di hapus,
benar-benar diampuni.
Ibarat tulisan atau gambar,
kesalahan bisa dihapus.


Jika kesalahan benar-benar tak bisa dihapus,
mereka harus menggantinya.
Mengganti yang dengan lembar baru,
atau menjalani hukuman yang setimpal.

Jika si pelanggar merasa bersalah,
artinya dia masih orang yang baik hatinya.
Dia akan menyadari kesalahnnya,
dan berusaha tidak mengulanginya.

Tapi jika dia belum merasa bersalah,
dia juga akan berusaha,
berusaha untuk lebih ahli dalam melanggar aturan.
Padahal, serapih mungkin dia melakukan pelanggaran,
pasti akan ada yang mengungkapnya.
Karena Sang Maha Mengetahui tidak pernah tidur.

»»  Read More...

Friday, 19 February 2016

Rumah

Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal.
Rumah punya setidaknya lima syarat.
Dia harus punya lantai atau fondasi,
dinding, atap, jendela dan pintu.


Fondasi rumah adalah sebagai penopang.
Jika suatu rumah memiliki fondasi,
rumah itu akan berdiri dengan kuat.
Lama atau sebentarnya rumah itu kokoh,
ditentukan oleh bagus tidaknya fondasi yang dibuat.

Sebuah rumah pasti punya dinding dan atap.
Sebagai pelindung isi rumah tersebut.
Dari angin, air, debu atau apapun.

Tak lengkap jika rumah tak berjendela.
Jendela berfungsi sebagai alat keluar masuknya udara.
Dengan adanya jendela,
setidaknya kita bisa sedikit mengintip keluar.

Setiap rumah juga memiliki Pintu.
Pintu dibuat sebagai jalan masuk atau keluar.
Untuk sang pemilik rumah,
atau juga untuk tamu yang datang.

Bagiku,
rumah adalah keluargaku.
Tempat dimana sifatku dibentuk disana,
tempat kenyamanan selalu terasa,
tempat aku belajar sesuatu yang baru,
dan tentunya tempat aku pulang.

Fondasi sifatku terbangun disana.
Dari aku lahir sampai sekarang aku dibentuk.
Aku sedemikian rupa dibentuk,
agar jadi pribadi yang kuat.

Tanpa keluarga,
tak bisa aku punya tempat mengadu,
tak ada yang bisa membelaku,
tak bisa aku berlindung.

Dari keluargaku aku belajar.
Belajar untuk berani melihat keluar,
ketempat yang belum pernah kita pijak.
Tempat tanpa perlindungan.

Keluarga itu tidak memaksa kita untuk tinggal.
Mereka selalu membiarkan kita pergi.
Karena mereka tau,
pada akhirnya kita akan pulang.
Keluarga yang selalu akan menerima kita.
Apapun keadaannya dan kapanpun.

Rumah adalah keluarga.
Bukan hanya tempat tinggal.
Rumahku bukan hanya di Indonesia.
Disini pun aku punya tempat pulang,
karena aku punya keluarga baru.

Jika kita punya rumah yang banyak,
bukan berarti rumah yang lain tak penting.
Karena kita selalu butuh perlindungan,
saat tidak di tempat kita dilahirkan.
»»  Read More...

Thursday, 18 February 2016

Q

Setalah beberapa hari cuma mentok di huruf ini,
aku tetep gak nemu yang paling ok.
Walaupun ada beberapa bahasa Indonesia serapan,
tapi menurutku masih belum pas untuk diceritakan.

Jadi aku gak akan maksa.
Karena sesuatu yang dipaksakan,
tak akan lebih baik hasilnya.
Bahkan bisa jadi hasilnya buruk.

Masalah satu ini cukup mengingatkanku sesuatu.
Setiap perencanaan yang matang dan terperinci,
ada saja hambatan walau sudah hampir sampai tujuan.

Gak menemukan kata bahasa indonesia dari huruf Q,
sempat membuat aku hampir memaksakan kehendak.
Malah sempat aku berpikir untuk berhenti.


Tapi lalu aku menulis dari suatu ketidakadaan.
Mendapatkan satu dua patah kata diawal
yang menuntun aku sampai bait ini.
Membuat aku menikmati setiap ketikan.

Ternyata semua masalah punya hikmah sendiri.
Dari putus asa,
menjadi sebuah renungan,
bahkan sebuah syukur.

Tulisan ini akan mengingatkanku,
untuk tidak boleh menyerah.
Untuk menikmati setiap detik dalam hidup.
Karena manusia hanya bisa berencana.

Kau tau kawan?
Bahkan mungkin ini tulisan tercepat
yang aku tulis dalam rangkaian cerita ini.
Kita akan selalu bisa mendapat yang terbaik,
walau yang kita lihat hanya jalan buntu.

»»  Read More...