Showing posts with label Kenangan. Show all posts
Showing posts with label Kenangan. Show all posts

Wednesday, 24 February 2016

Video

Video adalah rekaman gambar hidup.
Gambar hidup yang bisa kemabali diulang,
untuk kemudian mengenang,
lalu menjadi hiburan,
atau malah jadi motivasi,
untuk menginstropeksi diri sendiri.

Jaman sekarang sudah banyak teknologi canggih.
Video dengan mudah di dapatkan,
disimpan dalam sebuah alat,
lalu diputar kembali untuk dilihat.


Tak sedikit video yang dibuat untuk motivasi.
Dengan mudahnya kita bisa menonton.
Sudah banyak tempat untuk kita menonton.
Bahkan tak berbatas.

Tak jarang juga kita melihat video keseharian orang lain.
Dari situ kita bisa mencontek sedikit banyak tingkah laku.
Membantu kita termotivasi,
setidaknya ingin hidup bahagia seperti mereka.

Tak semua dapat dengan mudah terekam tapinya.
Masih diharuskan adanya kesadaran.
Satu dan lain hal penting bisa terlupa.

Andai semua dapat melihat keseharian kita.
Apa masih ada yang ingin berbuat tercela?
Andai semua dapat melihat mimpi indah kita.
Apa masih ada rasa sedih yang timbul?

Mungkin sekarang kita hanya bisa mengira.
Tak bisa langsung melihat video di masa depan.
Tapi dengan kesadaran penuh,
ayo kita buat mimpi kita jadi sebuah rekaman.
Rekaman yang dibuat dalam video,
yang suatu hari dapat menghibur
atau bahkan memotivasi orang yang lain.

»»  Read More...

Tuesday, 9 February 2016

Hujan

Aku salah satu orang yang juga suka Hujan.
Hujan itu enak.
Enak dilihat, enak didengar, enak dihirup wanginya,
bahkan enak dirasakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Hujan adalah titik-titik air yang berjatuhan dari udara
karena proses pendinginan.
Hujan adalah salah satu siklus air di bumi.


Biasanya, orang sedih saat hujan.
Mungkin efek langit yang mendung,
membuat perasaan juga menjadi lebih sendu.
Tapi aku kadang senang ketika hujan datang.
Sambil minum segelas kopi susu hangat,
aku melihat tetesan hujan dari jendela,
dan terkadang aku mengingat "momen hujan" ku.

Seringkali aku teringat sore itu.
Sore dimana aku duduk di teras bersama Papah.
Atau sore dimana aku minum teh besama Mamah.
Aku juga ingat sore aku duduk membaca bersama kakak.
Juga sore dimana aku tertawa melihat adik berlari dibawah hujan.
Iya, semua kuingat. Semua bersama hujan juga.

Tapi semua yang berlebihan itu tidak baik.
Saat hujan mulai berlebihan, terjadilah badai.
Aku hanya mengingat semua badai yang kulalui sendiri.
Saat aku hanya bisa sembunyi di balik selimut.
Saat jantungku kencang berdegup setelah petir.

Sekarang, bila datang hujan,
kupejamkan mata.
Kulihat semua di balik kelopak mataku.
Kulihat senyum-senyum orang terkasih.
Tapi kulihat juga pohon yang tumbang karena badai.

Mungkin ada arti lain dari hujan.
Hujan adalah salah satu kasih sayang Tuhan.
Untuk bumi dan isinya.
Untuk manusia juga, sebagai pengingat.
Semua momen hujan, akan teringat saat hujan turun.
Semua momen yang telah kita rekam dalam memori,
atau momen yang akan kita rekam nanti saat hujan.

»»  Read More...

Saturday, 6 February 2016

Embun dan Ekor

Kali ini aku kesulitan mencari kata yang bisa aku uraikan.
Bahkan, aku sulit mencari kata dari huruf E ini.
Dua kata ini yang kami temukan.
Iya, kami. Aku butuh seseorang untuk mencari kata ini.

Waktu itu aku tanya,
"Kamu pilih Ekor atau Embun?"
"Embun." jawabnya.
Saat itu aku membayangkan embun pagi yang menyejukkan.
"Kenapa?" tanyaku.
"Hmm.. Lebih indah aja."


Lalu aku bilang, aku lebih memilih Ekor.
Kenapa?
Bahkan aku gak tau kenapa aku pilih Ekor.
Bukan sekedar ingin berbeda dari yang dia pilih.
Aku memang sudah tertarik dengan kata Ekor.

Ekor adalah bagian tubuh yang paling belakang.
Tapi walaupun di belakang, dia bisa berfungsi.
Misalnya cicak. Ekor bisa sebagai alat perlindungan.
Ekor cicak bisa terlepas saat dia merasa teramcam.
Mungkin untuk yang lupa atau yang belum tau,
itu adalah teknik Autotomi.
Contoh lainnya, pada Ikan.
Sebagai alat gerak.

Walaupun ekor terletak dibagian belakang
dan tidak sering diperhatikan.
Ternyata punya banyak fungsi.
Ternyata sangat membantu kehidupan pemiliknya.
Karena tak ada yang tak berguna yang tuhan ciptakan.

Sama seperti adanya seseorang yang selalu ada di belakang kamu.
Seseorang yang tak pernah kamu hiraukan,
tak pernah kamu pedulikan,
tapi selalu membantu jalan hidup kamu.
Seseorang yang jika kamu lihat kebelakang,
layaknya embun dipagi hari,
indah dan menyejukkan.
»»  Read More...

Friday, 30 August 2013

Sommer 2013 (part 1) : Liburan, Ramadhan dan Lebaran


Assalamualaikuuuum.. 
Apa kabar kawan-kawan sekaliaaan? InsyaAllah masih dalam keadaan baik sehat walafiat yaaa.. Yang lagi sakit gak enak badan, semoga cepet sembuh. Makan yang sehat-sehat, banyak berdoa, dan tentunya sabar ya. Kalo lagi sakit, terus kita sabar, insyaAllah penyakit itu jadi penggugur dosa kita. Aamiin..
“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Udah lumayan lama dari poetingan terakhir aku. Padahal di postingan terakhir aku bahas tentang futur. Tentang berhenti setelah rutin. Tapi emang ada alesannya kok. Aku emang agak lagi ngurusin ini itu. Lebih sering ke menenangkan diri, terus pas ramadhan aku berkegiatan, dan setelah ramadhan, lagi banyak ketemu temen-temen. Hahahaha.. Ada aja alesan sih.. Itulah kalo orang yang salah terus gak mau disalahin, pasti banyak atau adaaaaaa aja alesan itu.

Di postingan kali ini, aku mau bahas Ramadhan aku di Berlin, Jerman, yang serunya tuh seru banget banget banget deh. Hihihi.. Setelah dua tahun lebih di Jerman, akhirnya sekarang aku nemu lingkungan yang oke banget. Aku bersyukur gak henti-henti dikenalkan dengan lingkungan seperti ini. Tahun pertama di Jerman, aku berpuasa sendiri di Nordhausen, Jerman. Walau sama temenku, Fia, tapi tak banyak yang kami lakukan. Tahun kedua, aku kedapetan rezeki untuk pulang berlibur di Indonesia. Ramadhan dilakukan sama keluarga di Indo. Lebaran juga sangat sangat sangat berkesan karena aku berkumpul sama keluarga. Dan tahun iniiiii.. Aku berkesempatan untuk melaksanakan Ramadhan di Berlin. Waktu nya pas sama waktu liburanku. Alhamdulillah.

Kenapa Berlin?
Walau jarak tiga jam dari kota ku, Halle (Saale), aku tetep kekeuh pengen melaksanakan Ramadhan di Berlin. Soalnya, di Berlin terdapat salah satu mesjid Indonesia. Bernama Mesjid Al-Falah  IWKZ e.v. (Indonesisches Weisheits- & Kulturzentrum). Setiap tahunnya, Al-Fallah mengadakan acara rutin di bulan Ramadhan. Setiap tahunnya ada satu Ustadz yang datang dari Indonesia untuk mengisi berbagai kegiatan di bulan Ramadhan. Sedangkan di Halle. Belum pernah sih aku Ramadhan di Halle juga. Kalaupun emang ada kegiatan di mesjid, mungkin gak serutin di Al-Falah. Atau kalopun rutin, bahasa yang roaming. Bisa sih, masih bahasa herman sih, tapi lebih enak yang langsung berbahasa Indonesia dong? Lebih langsung masuk ke otak, kadang malah langsung JLEB ke hati. Hihihi.. Itulah alasannya kurang lebih. Maka aku bersiap seadanya ke Berlin.

Hal pertama yang kupikirkan adalah tempat tinggal. Emang bisa asal dateng gitu aja tanpa harus mikirin tempat tinggal, ongkos dan rupa rupanya yang lain? NOOO.. Kebetulan, Alhamdulillah nya, Rizka, temen serumah aku, punya temen yang rumahnya kosong dan bisa di tempati. Intinya, masalah tempat tinggal selesai. Tinggal berangkat, ambil kunci. Tinggal deh disitu. Kalo niat kita udah baik mah, ada aja pasti kemudahan yang dikasih sama Allah.. Tapi gak cuma berniat doang yah, harus ada usahanya.

Berangkatlah aku di awal Juli 2013. saat aku tiba di Berlin, Al-Falah sudah memulai acara Ramadhannya, yaitu kajian menjelang Ramadhan. Oiya, aku juga diminta bantuan untuk berpartisipasi dalam kepanitiaan Ramadhan di Mesjid Al-Falah tahun ini. Sebagai tim Redaksi Buletin Ramadhan 1434 H, yang mengeluarkan satu booklet panduan Ramadhan, dan menerbitkan satu buletin setiap minggunya. Jadi ada empat buletin dan satu booklet deh. Alhamdulillah kami bisa mengerjakan dengan lancar sampai kegiantan Ramadhan tahun ini selesai.

Sayangnya, ketika hari pertama dan kedua Ramadhan, aku yang berkodrat perempuan ini, tidak bisa melakukan puasa. Kebetulan juga badanku tak begitu fit saat itu. Jadinya aku gak pergi ke mesjid. Tapi mulai hari ketiga, aku mulai ikut berpuasa dan rutin setelah itu datang ke mesjid. Aku datang hampir setiap harinya ke mesjid sekitar pukul 16.00 waktu berlin. Pokoknya sebelum sholat ashar berjamaah. Sesampainya di mesjid, aku menunggu sebentar adzan ashar berkumandang, lalu ikut sholat berjamaah. Setelah sholat berjamaah, biasanya aku mengobrol dengan teman-teman baru di mesjid, atau mengaji sendiri. Sekitar pukul 18.30 waktu Berlin, para muslimah datang. Rata-rata memang para remaja. Kami membuat lingakaran dan mengaji bergantian sambil saling memperbaiki bacaan kami. Kami mengaji satu juz setiap hari selama sebulan.

Sekitar satu jam waktu yang diperlukan untuk tadarus. Acara langsung berlanjut ke acara KARIB (Kajian menjelang Maghrib). Kajian berseri yang disampaikan oleh ustadz Abas Mansur Tamam setiap hari selama bulan Ramadhan. Daripada ngikutin sinetron berseri, ato drama korea, mendingan ini kemana-mana deh.. Pak ustadz nya tuh nyampeinny enak banget. Langsung masuk keotak dan JLEB ke hati. Hinihi..

KARIB selesai beberapa menit sebelum adzan magrib. Itu udah include sama pertanyaan2 dan jawaban menarik dari pak ustadz nya loh.. Terus kita berbuka puasa deh, setelah lebih kurang 19 jam berpuasa ditengah udara musim panas itu. Alhamdulillahnya, ketika Ramadhan, cuaca gak begitu ekstrim sampe kita dehidrasi atau apa. Apalagi pas sepuluh hari terakhir Ramadhan, terkadang berlin diguyur hujan walau sedikit. Nyegerin deh pokoknya..

Buka puasa bersama di mesjid Al-Falah dilakukan setiap hari kecuali hari Jumat. Setiap hari, ibu-ibu indonesia yang berdomisili di Berlin masak buat buka puasa bersama secara bergantian. MasyaAllah pisan lah pokoknya, berkah untuk pelajar, dan tentunya berkah untuk para ibu ibu. Masakan Indonesia hasil tangan ibu-ibu rasanya tuh emang beda. Lebih Indonesia! Hehehe.. Kenapa aku bilang kecuali hari Jumat? Karena, kalo hari Jumat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin mengadakan buka puasa bersama. Seru banget deh kalo buka puasa, pada ngumpul banyak orang. Dari student sampe yang udah berkeluarga ada disana. Anak-anak seumuran SD yang lahir disini dan bahasa jermannya udah super juga banyak. Bahkan bayi yang baru umur sebulan juga suka ikut hadir (sama orang tuanyalah, masa sendiri). 

Ketika adzan berkumandang, kami langsung membatalkan puasa dengan kurma dan air mineral. Lalu kami langsung melaksanakan sholat maghrib dan isya berjamaah. Iya, sholat isya-nya ditarik ke Magrib karena waktu isya yang sangat malam. Keputusan ini juga di ambil setelah ada perundingannya sama pemerintah dll. Ada surat keputusannya kok, bisa dilihat di website iwkz.de hihihi.. Mesjid Al-Falah gak seenaknya bikin keputusan kok.. Nah, setelah sholat magrib dan isya, baru deh kami makan berat. Biasanya sih makan nasi, tapi pernah juga ibu-ibu dengan berbaik hati masakin bakso dan tekwan. Alhamdulillah bangeeet.. Setelah makan berat, seluruh jamaah mesjid bergotong royong membereskan sampah yang ada dan bersiap untuk sholat tarawih. Kegiatan pun berakhir sampai sholat tarawih. Lalu aku pulang deh.. Sendirian? Engga dong, pasti ada temen pulang bareng deh, seenggaknya sampe beberapa halte. Kesananya ya sendiri. Hihihi..

Sebenernya, kegiatan mesjid itu ada dari sahur bersama. Tapi karena aku perempuan dan sendirian, aku memilih untuk tidak datang. Di hari-hari terakhir Ramadhan, sempat aku mengikuti kegiatan pagi hari. Sahur bersama, lalu sholat subuh berjamaah dan mengikuti KIBAS (Kajian Ba'da Subuh). KIBAS juga hampir mirip sama KARIB, berseri. Tiap harinya nyambung. Makin meningkatlahilmu yang kita dapat tanpa kita sadari ;) Jadi, pak ustad nya tuh udah nyiapin minimal 60 tema kajian untuk kegiatan ini. Kenapa minimal? Soalnya, selain KIBAS dan KARIB, masih ada kanian untuk pemuda, untuk pemudi, untuk bapak-bapak, untuk ibu-ibu, dan di tiga terakhir Ramadhan, ada kajian tentang pengetahuan Islam untuk semua kalangan. :""") *terharu abis nih sayah*

Seperti yang udah ku bilang, kalo hari Jumat gak ada buber di mesjid. Soalnya kita semua pindah ke KBRI. Kalo bukber di KBRI, ada takjilnya gitu. Ada kolek sama gorengan sama kue-kue gitu. Acaranya mah tetep sama. Tetep ada KARIB dong.. Tadarus juga ada. Yang muslimah muslimah itu tadarusan dulu di mesjid, terus selesai tadarus langsung berangkat ke KBRI bareng-bareng. Ada yang bareng naik bus, ada juga yang jalan kaki rame-rame. Soalnya dari mesjid ke KBRI tuh deket, palingan cuma beberapa halte bus aja. Kalo jalan rame-rame sambil ngobrol, pasti gak kerasa..

Nah, kalo hari Sabtu, ada buka puasa Akbar di mesjid. Kalo hari Sabtu, mesjidnya berasa kecil, soalnya banyak banget yang dateng. Makanan juga melimpah, ibu-ibu tuh udah bawa plastik buat bungkus deh pokoknya. Hihihihi.. Namanya juga ibu-ibu Indonesia, ya kelakuan gak beda jauh lah sama di Indo ;) seru banget. Serasa di Indonesia. Temen-temen yang gak bisa hadir di weekdays, karena kuliah atau kerja, juga pada dateng. Bay-bayi juga lebih banyak dari hari-hari biasa. Seru deh pokoknya. Oiya, kalo hari sabtu juga ada kuis Ramadhan gitu. Seru kuisnya. Pertanyaannya tuh tentang agama islam dan juga sosial. Dengerin dan nonton doang bisa bertambah ilmu, apalagi kalo ikutan berpartisipasi kan? 

Hari berganti hari, tiba-tiba aja kami ada di penghujung Ramadhan. Jamaah mesjid berkurang karena para student banyak yang pulang ke Indo untuk Lebaran sama keluarga. Aku termasuk yang tetap ada di Jerman dan masih mengikuti kegiatan mesjid sampai akhir. Hari itu hari terakhir aku buka puasa bersama di Ramadhan tahun ini. Saat adzan magrib berkumandang, hatiku mulai tak karuan. Aku pasti rindu suasana sebulan terakhir ini. Setelah kamu sholat Maghrib berjamaah, sang imam memimpin takbiran. Pertama kali aku mendengar suar takbiran, hatiku langsung meleleh dan pipiki langsung basah. Aku masih ingin ada di bulan Ramadhan. Aku akan merindukan suasana Ramadhan di mesjid Al-Falah. Semi pesantren yang tidak mengikat. Menambah keimanan dan juga wawasan. Bonusnya, makinlah aku bertambah teman yang soleh-solehah. Terimakasih semua..Terimakasih ya Allah.. Sampaikanlah umurku pada Ramadhan selanjutnya, jika Engkau mengizinkan. Aamiin..

Setelah suasana haru, kami melanjutkan kegiatan seperti biasa. Makan bersama. Karena sudah tak ada lagi sholat tarawih, maka kami melakukan bersih-bersih mesjid. Sebagian dari kami langsunh menuju KBRI untuk melaksanakan malam takbiran bersama di sana.

Keesokan harinya, hari Iedul Fitri pun datang. Kami semua sholat Ied berjamaah di KBRI. Banyak sekali warga Indonesia yang datang, tak hanya dari Berlin. Ruangan KBRI pun tak cukup menampung semua warga yang datang. Bahkan ada yang hanya berdiri gak kebagian tempat sholat. Selesai sholat, kita semua seisi KBRI maaf maafan deh.. Ketemu temen lama, minta maaf sana sini, ada juga yang langsung antri ambil makanan. Hihihi.. Sayangnya gak ada opor hari itu. Adanya nasi goreng. Alhamdulillah..

Opor nya disediakan banyak sekali pas tanggal 10 agustus di wisma dubes. Hari itu adalah hari perayaannya idul fitri dan juga HUT RI. Meria deh acaranya, malah ada doorprize tiket pulang pergi berlin-jakarta-berlin. Siapa yang gak mau kan!?! Semua kalangan datang. Reuni dadakan juga terjadilah. Seneng banget sih, bisa ketemu sama banyak kenalan. Bisa tau kabar terbaru mereka. Tapi gak sampai selesai acara itu, aku memutuskan untuk lanjut jalan-jalan sama temen sma ku, temen nordi, pokoknya temen seperjuangan. 

Itulah kurang lebih gimana Ramadhan, Lebaran dan setengah liburan aku. Setengahnya lagi menyusul. Karena masih ada satu bulan lagi sampe aku masuk kuliah lagi. Jadi anak Ernährungwissenschaft di Martin-Luther-Universität Halle-Wittenberg. Soon to be Ahli Gizi sama penulis terkenal. Aamiin.. Doain ya mba, mas, pak, bu dan adik adik sekalian.. 

Oiya, sebelum lupa lagi, Minal aidzin wal faidzin yaaa.. Maapin dosa sama perbuatan niwi yang disengaja maupun gak sengaja. Keep your dreams, and make it real. Halah, sok sokan bahasa inggeris nih si niwik. Semangat kawan, kita punya rencana, tapi Allah sudah punya rencana besar untuk kita.

Niwiarti ;)
»»  Read More...

Tuesday, 28 May 2013

Cerita Mei 2013

Assalamualaikum semuaaa...

Bagaimana kabar kalian semua? Semoga baik-baik saja dan dalam keadaan sehat ya..
Setelah kemarin curcol di blog dengan edisi kangen, kali ini aku mau cerita tentang kegiatan di bulan Mei 2013 ini. Ada tiga kegiatan besar di bulan Mei ini loh! Pertama, aku mau ceritain SaSoBerlin 2013. Terus kedua, ada acara Grillen PPI Halle. Yang ketiga, baru aja kemarin, Pengajian Bulanan di mesjid Indonesia di Berlin, mesjid Al-Fallah tercinta.

Langsung saja lah yaaa..
Weekend pertama di bulan Mei ini, tepatnya tanggal 5 Mei 2013, IWKZ (Indonesisches Weisheits-und Kulturzentrum atau Pusat Kearifan dan Kebudayaan Indonesia) e.V. mengadakan acara tahunannya di Berlin. Acara yang udah beken dikalangan warga Indonesia di Jerman. SaSo! Sate Somay! Yap, disana kita bisa ketemu sama sate dan juga somay. Hehehe. Acara SaSo itu adalah acara Bazaar makanan Indonesia. Jarang-jarang loh bisa nemuin acara di Jerman, yang menyediakan makanan Khas Indonesia sekaligus sebagai ajang silaturahim dan beramal!

Setelah udah dua tahun di Jerman (bahkan lebih), akhirnya aku menghadiri acara beken satu ini. Bukan sembarang dateng aja, aku dan kawan-kawan Halle dikasih kepercayaan untuk mendirikan stand makanan sendiri. Dengan bermodal bismillah, tenaga, dan senyum alhamdulillah kami berempat bisa menyediakan ayam penyet dan pecel lele yang agak susah ditemuin di Jerman. 

Kemana emang tahun-tahun sebelumnya niw? Dulu aku di Nordhausen, jauh dari Berlin, dan juga gak punya banyak temen. Sekarang alhamdulillah, masuk mesjid Al-Fallah beberapa kali, temen langsung bertambah, ilmu apalagi, hati juga jauh lebih tenang karena ngerasa punya "rumah" di Jerman.

Jadi, tahun ini menjadi tahun pertama aku mengikuti SaSo merangkap membantu kegiatan ini berjalan lancar. SaSo tahun ini diadakan di Lapangan parkir KBRI di Berlin. Ada delapan stand makanan yang berdiri. Jajanan khas Indonesia, Ketoprak, Ayam Penyet dan Pecel Lele (stand kami), Bakso, Nasi Kapau, Pempek Palembang, Somay dan tentunya Sate. Semua makanannya insyaAllah HALAL. Harganya juga terjangkau buat pelajar-pelajar di Jerman kok. Yaaa, pake nabung lah sedikit. Tapi, kapan lagi bisa makan kenyang, ketemu temen-temen dari segala pelosok Jerman (yang mau hadir), sekaligus sambil beramal? Beramal? Iya, karena semua keuntungan dari penjualan makanan yang kusebut sebelumnya itu, SELURUHNYA untuk mesjid. Seru banget kan ada acara kayak gini?

Kami beserta Ayam Penyet dan Pecel Lele
Aku juga banyak bertemu teman-teman seperjuanganku. Ketemu Aulia dan suaminya mas Wira, ketemu Vara yang dulu satu Studienkolleg, ketemu Abdal dan adiknya Puti si Hafidz yang baru dateng di Jerman, ketemu Vina, ketemu anak-anak Stufen, ketemu sama Dhira si calon penulis terkenal juga, ketemu ody, yahya sama dzaif juga, ketemu si ini, si itu, mba ini, mba itu, banyaaaaaaaaaakkkkkk.. Temen baru juga jadi banyak. Subhanallah banget deh acara satu ini. :")

Cape? Iya, emang cape. Karena aku harus berangkat dari Halle hari Sabtu, siap-siapin perlengkapan stand, masak, acara, terus harus pulang ke Halle setelah acara selesai. Tapiiiiii, capenya gak membekas! Justru yang membekas itu silaturahimnya. Cerita dari masing-masing orang yang kutemui, pelukan sahabat-sahabat lama yang akhirnya bertemu kembali, dan senyum-senyum senang setiap individu disana. Tuhkan, belum apa-apa, aku udah kangen aja sama teman-teman yang kemarin akhirnya berhasil bertemu kembali.

Itulah, acara SaSo Berlin 2013. Kesimpulannya: MENYENANGKAN! Mau liat foto-fotonya? Liat senyum semua individu yang tadi kusebutkan? Alhamdulillah beberapa bisa diabadikan dalam jepretan-jepretan kamera. Ini link nya. Selamat mellihat-llihat dan ikut tersenyum yaaaa..

Acara kedua yang gak kalah seru, adalah acara GRILLEN PPI HALLE, pada hari Minggu,  PPI Halle yang mengadakan acara ini. Tapi yang dateng gak cuma warga Halle aja kok, ada yang dateng dari Berlin, Marburg, Leipzig, dll. Juga engga cuma warga Indonesia aja. Ada juga warga Malaysia dan warga Jerman! Iya, kami memang mengundang beberapa kawan. Seru kan bisa ngumpul semuanyaa. Kita bakar-bakar sate di tepi sungai Saale yang melewati Halle. Cuacanya juga mendukung. Terang cenderung panas. Pas banget deh sama acara kita yang piknik di tepi sungai.

Terus siapa yang masak sate? Ya kita-kita jugaaa. Acara ini emang dari kita dan untuk kita. Semua berpartisipasi masak dalam acara ini. Sehari sebelumnya, kita potong-potong dan tusuk-tusuk ayam bersama. Ayam yang kita pakai juga InsyaAllah HALAL. Karena ayamnya dibeli di toko TurkI dan pada kemasannya memiliki logo HALAL. Ada juga yang membuat bumbu dan lontong. Semua tugas dibagi. Alhamdulillah, semua ikhlas tanpa pamrih. Makasih ya teman-teman semuaaa..

Dihari Minggunya, hampir semua orang datang on time. Jam sepuluh kami semua sudah siap di tempat yang dijanjikan. Berkumpul, bermain, tertawa, sharing cerita, berfoto, dkk. Games yang disiapkan panitia pun gak kalah seru. Penduduk Halle ternyata banyak sekali jika berkumpul. Alhamdulillah, makanan yang disiapkan juga cukup untuk semua. Semua kenyang, semuan senang. 

Berpose di Grillen PPI Halle
Sampai sore kami masih bertahan disana. Ada yang masih bermain, ada yang iseng nyeburin temennya sendiri ke sungai, ada yang tidur-tiduran di tiker, ada yang berjemur menikmati hangatnya matahari yang emang jarang mampir, ada yang masih ngipas-ngipas sate juga. Saking banyaknya sate yang disiapin, akhirnya beberapa dari kami ada yang membawa sate yang belum di bakar, pulang ke rumah. Alhamdulillah kan, lebih. Kalo kata mama, lebih baik berlebih dari pada kekurangan. Kalo udah begitu, berarti acaranya sukses. Iya dong, sukses. Semua senaaaaang..

Acara GRILLEN ini juga punya banyak foto-foto kenangan. Banyak banget-banget-banget malah. Bung Irham, si penjepret, gak cape-cape nya fotoin kejadian-kejadian menarik dan senyum-senyumnya warga Halle yang berbahagia. Fotonya mencapai angka seribu lebih. Penasaran gak? Mau liat fotonya? Nih, aku kasih link nya. Bag.1 dan Bag.2. Tapi kayaknya sebelumnya harus temenan dulu sama akang Irham di pesbuk. Hihihihi..

Yang ketiga itu, kemarin. Acara bulanan IWKZ. Pengajian bulanan. Dengerin pembicara Ust. Dr. Suhendra dengan tema "Menyongsong Rejeki Emas" sambil juga bersilaturahim. Sekaligus perbaikan gizi! Baksooooo~ Enak banget. Nah, dari bersilaturahim di acara ini, aku mendengarlah kabar bahwa sahabat seperjuanganku, si Auli, yang September tahun lalu baru menikah, sedang mengandung! Saat itu juga hatiku berdegup kencang. Bahagia.

Bagaimana rasanya bila mengetahui teman sebangkumu akan menjadi seorang ibu? Apalagi tahu bagaimana perjuangannya sejauh ini? Merantau di negeri orang. Lalu mengetahui cerita bagaimana ia menemukan pasangannya, menikah, dan sekarnag mengandung! Aku tau, dia akan menjadi seorang umi yang akan mengajarkan anaknya dengan baik. Dengan penuh kasih, canda, tawa, dan tanpa pamrih. InsyaAllah, ya.. Aku mendoakanmu terus, kawan.

Setelah mengkonfirmasi kabar itu pada orangnya lewat telpon, Auli menambahkan kabar yang membuat aku tak sabar. Tak sabar menemui bulan Desember. Auli bilang, dokter menjadwalkan bayinya akan lahir akhir Desember nanti! Yang artinya  umur kandungannya sekarang sudah dua Bulan! Berarti, ketika bertemu di SaSo kemarin, Auli sudah mengandung :") Aku juga berharap doa dari kawan-kawan semua yang membaca tulisan ini, agar mendoakan Auli dan kandungannya sehat. Oiya, juga titip doa ya buat kakakku juga yang akan melahirkan anaknya bulan Juli nanti, InsyaAllah. (Baca: Edisi Kangen 3: Kakak.) Semoga kalian sehat yaaaa..

Bulan Desember ini akan menjadi salah satu bulan bersajarang yang kunanti. Selain menunggu kelahiran anaknya Auli dan mas Wira, juga ada pernikahan sahabatku. Rianda Isvara di bulan September nanti. Mereka berdua adalah sahabat seperjuangan di Nordhausen. Bercanda, menangis, begadang, masak-masak, pengajian, sudah kami lakukan bersama. Aku tau bagaimana sifat mereka, walau sekarang tak sering lagi kami bertemu. Tapi ku yakin, sifat mereka masih sama. Lalu sebentar lagi, Desember tahun ini. Mereka akan menjabat sebagai wanita penting. Auli akan menjabat sebagai Umi, yang akan menjadi panutan untuk anaknya. Sedangkan Vara akan menjadi Istri solehah yang akan menjadi kebanggan suaminya. Aku bangga sama kalian berdua, kawan. Kami mendoakan kalian. Semoga semua berjalan lancar sesuai rencana dan agar kalian bahagia.

Desember itu gak akan lama lagi, loh. Apalagi bulan Ramadhan. Sebentar lagi. Dijadwalkan Ramadhan itu bertepatan dengan tanggal 9 Juli bukan? Ayoooo, siapa yang hutang puasanya belum lunas? Ayo segera lunaskan. Kita sambut Ramadhan dengan ceria yoookk.. Buat teman-teman di Indonesia, manfaatkanlah lingkungan islam disana. Bersyukur di waktu siang di Indonesia tidak begitu lama. Bersyukur Masjid ada dimana-mana sehingga mudah untuk shalat berjamaah. Gunakan kesempatan itu. Karena aku, iri dengan kalian. Untuk teman-teman di Jerman yang Ramadhan ini berencana tetap di Jerman seperti diriku. Ayo kuatkan iman. Ayo kita rapatkan barisan, ramaikan mesjid. Jangan mau kalah sama yang di Indo. Ayo semangaaatt..

Sekian casciscus aku hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa di ambil yang baik-baiknya. Aamiin..

Wassalamualaikum..

»»  Read More...

Tuesday, 14 May 2013

Edisi Kangen 1, Mama dan Papa.


Assalamualaikum, saudara saudari..

Alhamdulillah internet di rumah sudah nyalaaaa... Kemarin akhirnya teknikernya dateng. Tanpa banyak babibu, dia langsung ngoprak-ngoprek modem dan router. Terus TARAAAAA... Internetnya bisa :")

Siang ini aku duduk terdiam di depan laptop. Ingin sekali menelepon mama dan dengar suaranya. Aku rindu. BBM-an emang hampir setiap hari, tapi bahasa tulisan (chatting atau bbm atau whatsapp dkk) itu engga sama dengan mendengar suara si mama. Cara mama menanggapi omongan aku, cara mama menasihati aku, nada nya beda. Nada suara mama bisa sampe langsung ke hati kalo nelpon langsung.

Teringatlah aku akan kepulangan pertamaku ke Indonesia. Summer tahun lalu. Kita flashback dan simak ceritaku yuuukkk..

Aku melambaikan tanganku untuk terakhir kalinya pada dia yang mengantarku sampai stasiun di Nordhausen. Tak bisa lagi berkirim pesan apalagi menelepon. HP-ku mati. Rusak karena benturan keras seminggu yang lalu. Sendirian menuju Frankfurt. Perasaan di hatiku waktu itu campur aduk. Sedih karena harus berangkat sendirian, tapi akupun senang tak sabar karena tak lebih dari 24 jam lagi aku akan bertemu mama. Bertemu kembali, bertatapan langsung dan akan memeluk mereka lagi setelah satu tahun setengah berpisah.

Setahun sebelumnya, aku merayakan Idul Fitri tidak bersama orangtuaku untuk pertama kalinya. Sudah dari setahun sebelumnya aku sudah disuruh pulang dan berlibur di Indonesia oleh keluarga. Selain emang kangen, kakakku tercinta juga akan menikah di bulan September 2012 ini. Makanya perasaanku campur aduk. Pertanyaan di kepalaku juga sudah banyak sekali. Seperti apa mama dan papa sekarang? Seperti apa adik kecilku? Seperti apa kakak cantik si calon pengantin saat ini?

Sayang beribu sayang, hp ku rusak. Aku tak bisa mengabari keluarga di Jakarta kalau sekarang aku sudah di Jalan menuju Frankfurt. Sepertinya waktu itu hp ku terbanting saat repot mengurusi pindahan rumah. Aku juga tak bisa mengabari teman-teman di Jerman bahwa aku akan pulang hari itu. Hanya beberapa orang yang tahu. Sedangkan di Indo, aku hanya mengandalkan DM (twitter) ke kakakku yang tak kunjung dibalas sampai tadi malam. Semoga pesannya sampai dan aku jadi di jemput oleh mama,sesuai dengan kesepakatan seminggu yang lalu.

Seperti seorang gadis yang tangguh, aku mengangkut koperku (yang emang gak berat alias kosong) dan berjalan sendirian kesana kemari. Dari Nordhausen, aku transit di Erfurt. Lalu melanjutkan dengan naik ICE (kereta cepat) langsung ke Frankfurt. Beruntung aku mendapat tiket murah dan itu di gerbong kelas satu. Aku mendapat tawaran murah meriah itu karena aku membeli tiket tersebut jauh hari sebelum hari keberangkatan. Terus bersyukur karena dimudahkan sampai sejauh itu.

Tak ada kendala apapun sampai aku sudah duduk manis di pesawat. ETIHAD adalah maskapai penerbangannya. Sengaja kupilih yang berbau Abu Dhabi atau arab-arab gitu agar makanan pesawatnya Halal. Beruntungnya lagi, selagi check in di Frankfurt, aku mendapatkan mba-mba ETIHAD nya yang orang Indonesia. Jadi aku di kasihnya tempat duduk yang enak. Pinggir jendela. Tapi mungkin karena emang tiketnya murah, saat transit di Abu Dhabi, harus ku tempuh waktu enam jam untuk kemudian naik pesawat ke Jakarta. Bersyukur lagi, karena aku bertemu dengan banyak orang Indonesia disana. Walau obrolannya kurang begitu nyambung, setidaknya aku engga mati kutu diam mengulum bibir.

Aku juga gak lupa untuk mengabari kakak ku lewat twitter dan facebook kalau aku sudah di Abu Dhabi dan beberapa jam lagi akan tiba di Jakarta. Aku juga menanyakan siapa yang akan menjemput, atau aku harus naik taksi sendiri ke rumah? Tak sia-sia, kakak ku membalas pesanku. Aku akan di Jemput oleh papa dan mama. Mba Wini dan adik juga sempat meminta maaf karena tak bisa menjemput, karena aktivitas masing-masing. Bingung internet dari mana? Di bandara Internasional ini menyediakan fasilitas wifi dan juga ada komputer nya! Tanpa HP dan Laptop (yang juga sedang rusak), aku bisa tetap menghubungi mereka. Malah sempet-sempetnya Update Status. hihihihi..

Perjalanan yang kedua memakan waktu lebih lama. Setelah ganti posisi beberapa kali, nonton film ini dan itu, main games anak balita, makan snack dengan 32 kunyahan setiap gigitannya, aku mati gaya. Pegel duduk, aku jalan-jalan ke kamar mandi. Sampai sama sekali gak mengantuk. Lalu setelah melihat map rute pesawat, ternyata aku sudah di atas bumi Indonesia. Aku berada di atas pulau Sumatera. Hatiku semakin tak terkontrol rasanya. Aku ingin sekali loncat langsung ke Jakarta. Tapi itulah mengapa kita belajar agama, untuk melatih yang namanya SABAR.

Aku pura-pura tidur. Perjalanan akan terasa lebih cepat kalau kita tidur, kan? Maka aku membohongi diriku sendiri. Aku menipu diriku sendiri dengan pura-pura tidur, padahal sesekali melihat keluar dan hati semakin deg-degan. Setelah hampir limabelas menit aku membohongi diriku sendiri, aku akhirnya sadar dan menunggu sampai pesawat tiba di Jakarta sambil melihat hutan dan sungai di Sumatera.

Dengan sabar menunggu sambil sesekali membaca majalah, akhirnya aku berada di atas selat sunda dan pulau jawa sudah terlihat. Tak lama pesawat mulai ancang-ancang akan mendarat. Hatiku bergetar. Aku sudah berada lagi di atas bumi pertiwi. Walau belum membawa apapun, tapi aku akan segera bertemu dengan orang tuaku. Papa mama yang kan menjemputku kata mba wini tadi malam. Aku sudah rindu sekali dengan mereka. Yang bercampur di dadaku adalah rasa sedih karena belum bisa membawa apapun dan rasa senang bahagia akan bertemu dengan Papa dan Mama lagi. 

Bersama mendaratnya roda pesawat dengan mulus di bandara Soekarno-Hatta, mendarat juga beberapa air mata di pipiku. Aku menangis. Entah mengapa. Aku senang. Sekaligus sedih. Akhirnya aku di Jakarta. Satu pulau bahkan mungkin sekarang hanya berjarak beberapa meter dengan mama dan papa. Setelah setahun setengah berjauhan dengan mereka. Tapi juga aku sedih. Aku bawa apa kesini? Apa yang bisa aku ceritakan? Apa yang bisa membuat orang tuaku bangga? Aku tak punya itu.

Cepat-cepat ku hapus air mataku. Lalu dengan sigap aku mengambil tas kabin dan bergegas keluar pesawat. Udara panasnya Jakarta langsung menerpa wajahku. Udara yang lembab juga langsung membuat kulitku lengket. Aku memang tak merindukan udara ini. Tapi aku merindukan sesuatu yang sangat berharga untukku. Yang aku tau, mereka sedang menungguku diluar sana. Aku langsung mengambi tas bagasiku yang tidak begitu besar. Lalu bergegas aku keluar. Tak mau mereka lama menungguku.

Mataku mendadak jeli mencari papa dan mama. Kuperhatikan satu per satu wajah orang-orang yang tak sabar menunggu kedatangan kerabatnya. Sampai akhirnya kerumunan orang mulai sepi. Tak kulihat wajah papa ataupun mama. Aku kecewa. Aku duduk tak jauh dari kerumunan orang itu. Mungkin mereka terjebak macetnya Jakarta. Dengan tak sabar, aku lalu berjalan ke pintu yang satunya. Ujung lain dari kerumunan orang itu. Mungkin saja mama dan papa disana.

Bergegas aku pergi kesana. Mencari mama dan papa. Tapi tetap saja aku tak bisa melihat mereka. Mereka tak ada. Ingin rasanya aku memaki diriku sendiri karena kecerobohanku merusakkan HP ku. Aplagi udara Jakarta yang panas membuatku makin tidak sabar. Tapi aku tak bisa menyalahkan takdir. Aku mencoba mencari warnet. Ketika aku menemukan warnet, aku sudah lupa nomor mama atau papa yang baru. Tak pernah lagi aku menghapalnya. Tak juga kucatat di catatan. Aku mendumel sendiri. Betapa bodohnya aku. Betapa kurangnya persiapanku. Aku lalu duduk di tempat pertama aku duduk. Diam sendirian. 

Satu jam berlalu. Aku mulai sedih. Aku ingin menangis. Papa dan mama tak kunjung terlihat. Aku memutuskan untuk melihat kembali pintu yang satunya. Tak berharap akan ada mama dan papa disana. Aku tau kejamnya macet Jakarta di sore hari. Aku tak mau banyak berharap. Tapi mataku langsung tertuju pada satu titik ketika aku keluar. Dia sedang mengecek ulang layar informasi kedatangan. Dahinya berkerut, kacamatanya dipegang di tangan kanan nya, matanya dengan cepat melihat layar dan jam tangan di tangan kirinya. Lelaki itu memakai batik. Badannya terlihat lebih kurus dari terakhir aku melihatnya langsung. Itu papa ku. Papa yang terlihat khawatir. Aku berteriak memanggilnya dan berlari ke arahnya. Papa langsung melihatku dan raut wajah khawatirnya menghilang. Papa tersenyum. Aku memeluknya erat.

Air mataku tak bisa lagi terbendung. Pipiku basah. Batik papa ikut basah. Papa mencium keningku sambil berkata,"Halo sayang.." dengan suaranya yang bergetar. Mungkin dia pun sebenarnya ingin menangis, tapi dia menahannya. Dia menenangkan aku yang menangis hampir tersedu. Lalu menyuruhku bergegas ke tempat mama menunggu. Mama duduk di dekat wartel yang tadi kutemukan. Tak jauh dari tempatku. Mama juga terlihat lebih kurus. Penampilannya tak banyak berubah. Mama memang selalu seperti itu dari dulu. Aku langsung memeluk mama dari belakang. Mama kaget. Langsung berdiri dan melihatku dari atas sampai bawah. Dicium lagi keningku oleh mama. Aku memeluk mama erat dan kembali melepas rinduku. Kerudung mama ikutan basah. Mama malah malu kupeluk begitu erat didepan orang. Mama malah ketawa ketika di peluk. Ketawa bahagia, aku tau itu. "Nanti aja kangen-kangennya di rumah yuk. Biar bebas."


Kami lalu menuju mobil parkiran dan menuju ke rumah. Adikku sedang sibuk latihan paskibra. Sedangkan kakakku sedang sibuk bekerja di Balikpapan. Segera mungkin kami akan bertemu. Tak sabar aku ingin memeluk mereka juga. Tapi bertemu dan memeluk mama dan papa itu, rasanyaa.........

Kawan, jika kau sedang merantau jauh di luar Indonesia sepertiku, bersabarlah kawan. Ketika kamu di berikan waktu bertemu kedua orangtuamu, manfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Jangan sampai waktumu malah banyak terpakai untuk teman dibanding orang tua. Mereka tempat kalian kembali di dunia. Mereka pasti akan menerimamu, apapun keadaanmu. Jika kamu masih di Indonesia, apalagi masih sepulau atau bahkan satu provinsi, sering-seringlah kamu pulang ke rumah. Mencium tangan kedua orang tuamu. Menghabiskan waktu bersama mereka. Kita tak tahu kapan ajal orang tiba. Manfaatkan waktu bersama kedua orang tuamu, kawan. Bukan bersama teman. Teman yang baik akan membiarkan kamu pulang, akan ikhlas jika alasan kamu tidak bertemu mereka adalah kamu mementingkan orangtuamu. Bagi yang masih bisa saru atap dengan orang tua, jangan sia-siakan waktumu, kawan. Kalian semua sudah tau, penyesalan datang belakangan.

Itu ceritaku kali ini. Iya, aku memang sedang kangen dengan kedua orangtuaku. Semoga kalian bisa terus memanfaatkan waktu untuk membahagiakan orang tua yaaa.. Aamiin..

Semoga aku bisa lagi kembali memeluk mereka secepatnya (eh, ini bukan ngodein mama, papa tau mba yang baca kok).
Mendengar suara dan kabar bahagia dari kalian saja aku sudah sangat senang. See you when i see you, Ma.. Pa.. Mba Wini.. Ninit.. Love youu..

Semoga tulisan ini bermanfaat, yaaa.. 
Wassalamualaikum..

»»  Read More...

Monday, 1 April 2013

28 Maret 2013

Assalamualaikum..
Ini termasuk postingan telat nih.. Aku mau cerita tanggal 28 Maret kemarin.
Kenapa tanggal 28 Maret? Karena, 21 tahu yang lalu, di tanggal 28 Maret itu, ada bocah perempuan yang baru melihat dunia. Melihat kota Tasikmalaya. Kini, perempuan itu sudah beranjak dewasa, dan bisa melihat langit di empat musim. Langit Eropa. Langit di Jerman.

Aku. Niwiarti. Asal Tasikmalaya. Hari Kamis, 28 Maret 2013, mengulang hari kelahirannya yang ke 21. Syukur alhamdulillah, kini aku berada di lingkungan yang sangat baik. Walau jauh dari keluarga, aku kini mempunyai keluarga baru disini. Di Halle. Mereka mereka yang kusebutkan namanya di postingan sebelumnya. Hettstedterstrasse 62.

Malam itu, malam pergantian hari rabu dan kamis. Kami di rumah mengerjakan aktivitas kami seperti biasa. Hari itu, Tari menginap. Rumah terasa ramai. Aku, Chana dan Tari  tidur duluan. Rizka dan Mutiara masih sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tapi tengah malam, ada tangan dingin yang menyentuhku. Aku di bangunkan oleh Mutiara. "Kak, kaaak.. Bangun dulu, kak.." 

Setelah bangun, ternyata Chana dan Rizka juga Tari ada disana, membawa kan kue sederhana di atas piring. Empat buah biskuit, empat buah kue yang aku lupa namanya apa (bentuknya kayak kue sus), dan sebuah lilin di tengahnya. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setelah aku meniup lilin, mereka mengucapkan selamat ulang tahun, lalu aku kembali tidur. Dalam senyum senang. Bahagia karena ada ditengah-tengah sahabat yang baik-baik.

Paginya, tanggal 28 Maret. Aku sengaja men-silent HP ku. GR? Iya, memang. Emang kenapa? Salah? Benar saja kok, banyak bbm, whatsapp dan juga sms yang masuk. Walau tak semuanya mengucapkan selamat ulang tahun sih.. Notification Facebook dan twitter pun gak kalah ramai. Tapi aku tak menghiraukan HP. Aku beraktivitas normal hari itu. Malah aku pergi mengantar Tisa siang itu. Mengantar dia mengambil paketnya yang malah masuk ke Zollamt (beacukai), yang jaraknya tak bisa di tempuh hanya dengan tram atau bus. Kami harus menyewa taksi untuk sampai kesana dengan selamat dan hangat.

Walau sudah di akhir Maret, tetap saja udara masih dingin dan aku masih harus menggunakan mantel. Aku pulang ke rumah di waktu Magrib. Rumah sepi. Lampu mati. Aku deg-degan. Aku emang geer-an orangnya. Aku tersenyum melihat ada gantungan "HAPPY BIRTHDAY NIWI" di pintu ruang tengah. Aku mulai tersentuh. Terharu dan bahagiaaaa..

Benar saja, ketika aku membuka pintu ruang tengah, mereka kompak bersuara dari arah dapur "Happy Birthdaaaay!" lalu "TEEEEEEEEETTTTTT!!!" Iya, bunyi terompet. Entah berapa terompet kecil yang mereka bunyikan. Backsound lagu selamat ulang tahunnya trio kwek-kwek juga dinyalakan dari youtube. Kini Rizka, Chana, Mutiara, Tari dan Icha yang hadir disana. Dengan membawa kue ulang tahun dan lilin yang serupa dengan lilin tadi pagi. Dan kau tau itu kue apa? BIKA AMBON! Kue kesukaanku!

Ruang tengah penuh dengan balon-balon kecil. Teman-teman semua menggunakan baju berwarna biru. Mereka juga memakai topi ulang tahun. Lucu sekali. Teman, jika kau baca ini. Aku mau bilang makasiiiiiiiiiiiih berkali kali lagi. Ake senang sekalii hari itu. Aku bahagia sekali kenal dan menjadi bagian dari kalian. Danke ya ciwi-ciwi keceee..

Lalu acara potong kue dan buka kado dilakukan setelah kami semua sholat magrib berjamaah. Kue nya enaaaaakkk.. Aku seneng banget dibuatin bika ambon. Teman-teman lain pun senang, jarang-jarang soalnya kita makan bika ambon disini. Makasi yaaaaa... Terus buka kado. Ada banyak bungkusan kado berwarna biru. Banyak juga makna dari setiap kado yang mereka berikan. 



Kado pertama yang kubuka berisi bingkai foto kecil berwarna biru. Tentu saja sudah ada fotonya. Foto saat kami syukuran rumah baru. Saat untuk pertama kalinya rumah ini penuh dengan perempuan-perempuan solehah. Dengan foto ini, aku akan mencoba untuk tetap istiqomah dan semakin memperbaiki diri dalam urusan agama. Agar semua bisa tesenyum seperti di foto itu.

Yang kedua adalah celengan besar berbentuk pensil berwarna biru. "Untuk nabung naik haji!" Seruku setelah mengetahui kalau itu celengan. Tapi ternyata, didalam celengan itu terdapat gulungan-gulungan kertas dari teman-teman yang hanya boleh kubuka jika aku selesai sholat tahajud. Yap! Itu adalah Tahajud Reminder untukku. Makasih, sahabat.:")

Ada lagi buku catatan yang sudah beberapa minggu kucari. Mutiara yang tahu ini. Setiap lagi belanja, aku dan Mute mencari buku catatan untuk mencatat beberapa point penting dari siraman agama. Mencatat beberapa tujuan hidup dan juga untuk mencatat kenikmatan yang selama ini ku dapat. Terimakasih, semuaaa..

Lalu aku juga mendapatkan mug berwarna BIRU dan bergambar LUMBA-LUMBA warna pink! Aku mau loncat kegirangan rasanya dapat hadiah ini. Alasan aku mendapat mug biru di jawab sama Chana."Abisnya Niwi gak mau ikutan kita-kita yang ****** sih. Makanya kita beliin mug." Kenapa di sensor? Cukup kami saja yang tau alasannya yaa.. hehehe.. Lalu aku tanya mereka kenapa Lumba-Lumba? Chana juga yang jawab, "Soalnya status whatsapp Niwi, lumna-lumba." Woaaaahhh.. Aku jatuh cinta sama Lumba-lumba juga memang. Pertanyaan terakhir dari ku adalah,"Kenapa lumba-lumba nya pink?" Dan Chana kembali menjawab, "Biar Niwi agak feminim." Hihihihi.. Makasih ya, Mug nyaaa.. Langsung aku pake buat minum teh ijo besoknya. :")

Lalu ada box besar yang mencurigakan. Aku membayangkan isi box itu adalah mainan. Semacam monopoli. Hhohoo.. Tapi setelah aku pegang, ternyata box itu ringan. Aku langsung terbayang pada rok. Dan benar saja, setelah kubuka, isinya rok panjang berwarna coklat. Semoga aku tetap istiqomah mengubur celana jeans aku ya, kawaaaann..:) Tilimikisi sikili ligi.. :3

Ada satu lagi dari mereka. Bunga. Bunga Tulip cantik yang langsung mereka berika ketika aku pulang. Bunga yang cantik, wangi, dan berwarna-warni. Aku akan berusaha menjadi seperti bunga itu, kawan. Cantik dilihat yang ku artikan, aku harus menjaga penampilanku. Wangi, yang kuartikan sebagai bersih. Bersih dari dosa-dosa besar maupun kecil. Berwarna, yang membuat hidup orang-orang disekitarku berwarna. Semoga kalian juga gak bosen ya sama aku. :3 Makasih lagi. Baru sekali deh kayaknya aku dapet bunga cantik pas ulang tahun begini.. Hihihihihi..

Oiya aku juga dapet kado khusus dari Chanaaa.. Berbenyuk kupon gratis. Ada kupon "Free Hug", bikinin teh ijo gratis, diberesin kamarnya sama Chana juga ada. Tunggu saja kapan aku mau nuker Kuponnya ya Chanaaaa... Lope lope buat Syarafina deh.. :*

Udah semua? Belum, kawan. Mereka memberikan aku kado terbaik juga. Mereka memberiku cinta. :3 Mereka juga yang selalu doakan yang terbaik untukku. Mereka yang mendukungku dan selalu mengingatkanku dalam kebaikan. Mereka cewek-cewek super! Danke lagii.. :*

Karena jauh dan koneksi internet lagi gak konek, keluargaku hanya memberikan aku doa dan ucapan selamat lewat bbm. Mama yang kasi kado paling berkesan. Mama bikin mukaku merah di tram di depan Tisa lagi pulang ambil barang. Mama kirim aku piiiii~p lewat bbm. Entah aku mau bilang apa, mam. Aku hanya minta doa yang terbaik dari mama. Makasi, mam. :*

Malam harinya, aku membuka kado video dari seseorang di Indonesia. Terimakasih, ya.. Aku bingung mau bales apa dan mau bilang apa ke orang itu. Aku speechless. Maka ya sudah, kubilang terimaksih sajooo.. Baik-baik yah di Indonesiah! Sukses untukmu juga. Aamiin..

Juga puluhan ucapan lainnya dari teman-teman yang baru kubaca setelah tanggal 28 Maret pergi. Maaf ya, kawan. Tapi terimaksih banyak atas doa dari kalian. Semoga Niwiarti ini bisa menjadi seseorang yang kalian harapkan, aamiin..

Segitu aja ya post kali ini. Viel vielen Dank! Ich hab euch sooooo lieb! :)


»»  Read More...

Friday, 11 January 2013

Sepuluh


Sepuluh itu termasuk angka yang baik untukku. Kenapa? Dulu lagi SD, sering banget pengen koleksi angka sepuluh di kertas-kertas ulangan. Nilai terbaik. Terus kenapa mau bahas sepuluh? Karena kemarin tanggal sepuluh. Oke. Gak jelas.

Jadi gini, tanggal sepuluh pernah jadi tanggal istimewa buat aku. Sekitar 17 bulan berturut-turut, aku selalu seneng liat tanggal sepuluh. Tapi sekarang-sekarang ini, agak sentimen kalo liat tanggal sepulung malah. Atoga malah jadi galau. Hihihihi.. Untung sekarang aku ada di lingkungan yang baik. Lingkungan yang berusaha dekat sama Allah. Jadi No More Galau.

Tapi yang paling penting ini ya tanggal sepuluh Januari. Paling berkesan. Tanggal sepuluh Januari 2011, dua tahun yang lalu, aku pertama kali menginjak bumi di Benua Biru.Eropa. Rasanya seperti mimpi ketika pertama kali menginjak bandara Hamburg. Hanya senyum yang bisa aku lontarkan waktu itu. Aku juga ingat pesan mama untuk terus berdoa. Kata mama, ceritanya minta izin sama alam Jerman, biar lancar. Maka tasbih, tahmid, takbir dan sholawat menemani senyumku hari itu.

Sudah dua tahun aku terdampar di negara yang sekarang lagi beken di Indo. Iya, gara-gara film Habibie dan Ainun itu. Tapi sepertinya, belum banyak yang aku lakukan disini. Belum banyak yang bisa aku banggakan disini. Belum banyak pengalaman yang kudapat disini. Aku masih harus mencari lagi. Aku harus lebih banyak berusaha lagi.

Masa-masa Sprachkurs (Les Bahasa) di UNS selagi di Hamburg, sudah kulewati. Walau hanya beberapa minggu, tapi itu berkesan. Ada masanya kami rajin mengerjakan tugas yang diberikan guru kami, Frank. Tapi ada juga kami malas mengerjakan, sampai beberapa temanku mengerjakan tugasnya di perjalanan menuju UNS.
UNS selagi istirahat
Lalu masa-masa deg-degan ikut Aufnahmetest (Tes masuk Studienkolleg) di Nordy. Pertama kali menginjak Nordhausen. Berkenalan dengan orang-orang baik hati yang membantu kami ini dan itu. Bahkan sampai memasak untuk kami, anak-anak yang baru ikut ujian. Tawa dan tangis sudah kami keluarkan di hari kedua kami di Nordhausen.

Ternyata, alhamdulillah aku dan lima orang temanku diterima untuk belajar di bangku Studienkolleg Nordhausen. Lebih banyak lagi tawa dan tangis yang kami bagi dengan alam Nordhausen. Satu tahun setengah aku tinggal disana. Banyak sekali kenangan manis. Sampai gak bisa kuceritakan semua disini. Aku takut menangis karena kangen dengan kota itu. Kota itu, di waktu itu. Nordhausen 2011-pertengahan 2012.

Dari mengerjakan Hausaufgabe (PR) sampai tengah malam, belajar untuk kontrolle (ulangan) sampai nginep sana-sini, belajar untuk Klausur (Ujian) sampai pagi, menjalin persahabatan, mengeluarkan airmata, masak-masak, makan-makan, ngumpul-ngumpul dan main waktu weekend, ikut latihan saman, tampil saman, bla-bla-bla sampai akhirnya harus berpisah sama Nordhausen.

Grillen, suatu weekend, Nordhausen, Juni 2011

Terlalu banyak manis pahit disana. Terlalu banyak kenangan disana. Tapi kalau pun ke Nordhausen, tiada lagi kini suasana seperti dulu. Waktu berjalan dan alam pun berubah. Aku harus terima itu. Kini saatnya aku mengejar lagi mimpi aku. Kini saatnya aku menginjak gas dalam-dalam agar aku tidak tertinggal jauh.

Masih lebih banyak yang aku dapatkan nanti kan? Masih mengantri kelas-kelas yang harus aku kunjungi. Ujian-ujian yang akan aku hadapi. Manis pahit hidup yang akan aku alami. Juga mimpi-mimpi yang akan kuraih. Tanggal 10 Januari 2014, tepat tiga tahun aku di Jerman nanti, aku akan jadi pribadi yang lebih baik dari sekarang. Aku sudah memiliki banyak pengalaman yang bisa kubagi. Aamiin. Mohon doanya, ya kawan. Semoga kalian pun sukses, dimanapun kalian berada. Apapun mimpi kalian.

Bermimpilah, kawan. Kelak tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.
»»  Read More...

Sunday, 6 January 2013

Insiden Dompet Heide Park


Tadi sebelum Rizka nyampe rumah, dia nelpon. Suaranya agak menghawatirkan. Pas aku liat jam, ternyata udah jam tujuh lewat. Padahal mah dia bilangnya nyampe Halle jam 6-an. Berarti sekitar jam setengah tujuh deh udah nyampe rumah. Tapi malah nelpon pake suara kayak begitu. Bingung lah saya. Alhamdulillah nya, ternyata dia sedang terharu sama kejadian yang baru dialaminya. Ketinggalan iPad di Tram, tapi di temukan lagi. Mungkin nanti dia bakal cerita di blog pribadinya. Pantengin aja ini nih : Traces of Life

Denger kejadian kayak gini, aku jadi inget tentang kejadian aku di musim semi tahun 2012 kemarin. Saat aku sedang pergi liburan sama temen-temen di Heide Park yang letaknya di Soltau. Gak jauh dari Hamburg. Heide Park itu semacam taman bermain gitu deh. Seru deh main disana. Apalagi bareng temen-temen dan doi. #eh
Peta Lokasi kejadian
Heits! Udah-udah.. Kembali ke topik. Jadi waktu itu dengan kecerobohan aku dan doi, akhirnya dompetku ketinggalan di loker penitipan barang di Heide Park. Aku baru sadar setelah kami transit kereta pulang menuju Nordhausen. Kalo gak salah mah dulu di Hannover sih. Waktu itu mau makan, pas mau ambil dompet. Baru inget kalo dompetnya lupa dimasukin tas.

Keadaannya waktu itu emang lagi rusuh. Kaki ku kepelitek (keseleo) waktu itu. Gak bisa di pake jalan. Sakit banget. Apalagi lari. Aku cuma bisa jalan tapi sambil di tuntun gitu. Pokoknya semacam siput lah waktu itu. Nah, terus waktu itu kami ngejar kereta. Dan aku terlalu terburu-buru untuk mengecek ulang loker tempat kami menitipkan  barang.

aku dan kawan-kawan
Pas udah nyadar. Hati tuh rasanya jatoh ke perut. Napsu makan ilang. Bayangkan saja meeeennn.. Paspor dan visa, kartu atm DeutscheBank, kartu atm mandiri, kartu credit, kartu mahasiswa, uang beberapa lembar, receh-receh sama beberapa catetan penting ada di dompet semua. Masalah uang mah gapapa deh. Yang jadi masalah adalah paspor, visa, dan kartu-kartu Bank. Udah kebayang aja deh kecewanya mama papa.

Akhirnya, setelah di cup-cup sama doi dan beberapa kawan-kawan, aku bisa tenang. Mereka juga membantuku lapor ke kantor Heide Park nya. Aku tinggal menunggu kabar lewat e-mail. Siapa tahu ada yang menemukannya. Semua teman-teman mendoakan juga biar dompetnya bisa ketemu. Aku malah hopeless udah minta anterin aja ke Berlin. Buat lapor ke KBRI masalah paspor dan visa.

Aku lupa jaraknya berapa hari. Tapi lumayan lama. Kayaknya hampir seminggu aku nunggu email. Sampai akhirnya aku nelpon Heide Park nya lagi. Kali ini aku di suruh nelpon kantor polisi daerah Soltau. Awalnya aku males berhubungan sama Polisi. Tapi bakal lebih repot lagi kalo aku berhubungan sama polisi pas aku gak temuin paspor aku.

Aku coba telpon Polisi daerah Soltau. Setelah aku kasih tau masalahku dan identitasku, pak polisi (P) itu jadi ramah seketika.

P: “Oh, dompet biru ini? Ada. Ada uang berjumlah .... Euro (sampai sen nya diitung sama dia, bahkan aku aja gak apal), paspor dan visanya, kartu.... (dia sebutin semua. Sampe ngejelasin foto yang ada disitu).

A: “Alhamdulillah.. Iya, pak. Benar yang itu. Bagaimana saya harus mengambilnya yah?”

P: “Kenapa baru nanya sekarang? Memangnya kamu gak butuh uangnya, nak?”

A: “Saya menunggu e-mail sesuai petunjuk Heide Park. Tapi gak ada kabar terus. Saya baru nelpon tadi lagi.”

P: “Yasudah. Kamu dimana rumahnya? Nordhausen? Thueringen? Jauh ya? Saya kirim via pos aja yah?”

A: “Iya, pak (terharu).”

Setelah aku memberi tahu nama dan alamatku (yang juga sebenarnya ada di visa), beliau menyuruhku menelepon lagi jika dalam tiga hari dompetnya gak nyampe ke rumah. Beliau juga meminta izin untuk menggunakan uang aku untuk ongkos kirim. Dia bilang, ada ibu-ibu yang meberikan dompetku ke kantor polisi itu. Dan ibu itu tidak memberikan identitasnya. Ibu itu juga gak ambil jatah 10% dari dompetku karena dia telah menemukannya (kalo gak salah ada aturan hadian penemu barang gitu, tapi aku juga kurang paham). Pak polisi itu menyudahi telepon sambil menyuruhku untuk lebih berhati-hati.

Alhamdulillah sekali. Dompetnya datang tiga hari setelah acara nelpon polisi Soltau. Isinya lengkap. Uang sejumlah yang pak polisi sebutkan di kurang dengan ongkis kirim, beneran ada. Malah ada bon ongkos kirim juga. Paspor dan kartu-kartu lainnya juga lengkap-kap-kap. Rasanya seneng sekali, kawan. Orang-orang itu masih ada aja yang baik hati. Gak ngambil jatah orang lain.

Lalu aku juga berangan-angan, seandainya di Indonesia juga orang-orang bisa jujur seperti ini. Tidak mengambil apa-apa yang bukan miliknya. Ada yang bilang, “Tapi kan pemimpinnya aja masih suka ambil yang bukan hak-nya.” Gausah tapi-tapi-an lah. Kalo udah tau salah mah tinggalin atuh... Ya gak pemirsah?

Pokoknya. Danke Schoen buat ibu baik hati yang aku tak tau itu siapa. Semoga bakal lebih banyak lagi orang-orang seperti anda.

Kebaikan yang besar kan datengnya dari yang kecil. Mulailah dari diri sendiri.

»»  Read More...

Sunday, 30 December 2012

Desember Ceria


Akhir tahun 2012! Hayoo mau ngapain hayoo? Kemarin pas di kereta mau ke Berlin buat ikut pengajian bulanan, sempet kepikiran mau nulis tentang bulan Desember ini. Terus pas udah di masjid Indonesia di Berlin, Al-Fallah, materi yang di bahas di pengajian itu adalaaaahh.. MUHASABAH.

Jadi, yang aku tangkep mah yah, Muhasabah itu semacam instropeksi diri. Ga cuma dilakuin di akhir tahun loh. Tapi ya, seenggaknya mah setaun sekali lah muhasabah. Terus kalo udah instropeksi diri, kamu harus merubah hal jelek kamu, pokoknya udah instropeksi itu, bukannya malah menghayal gimana nantinya, tapi lakukan! DO IT! Ada instropeksi, ada AKSI dong..

Oke, kembali ya ke topik. Aku sebenernya mah mau review aja kesenengan-kesenengan yang aku dapet di bulan Desember ini. Subhanallah bangeeeett.. Mulai dari aku dapet mimpi, terus akhirnya aku ga galau-galau lagi. Terus tiba-tiba ikut acara SIDIK 3 yang itupun beruntung banget bisa jadi pesertanya. Terus jadi ada temen serumah, Rizka Rahmayani, yang minimal selalu ngajak untuk sholat berjamaah 5 waktu kalo kita lagi di rumah. Maksimalnya, luar biasa banyak.

Dengan serumah sama ibu Sekjen ini, aku jadi kenal banyak orang. Diajakin ikut liqo di Halle, kenalan sama cewek-cewek cantik yang sholehah dan seru-seru. Terus kenal juga perkumpulan pelajar muslim di Halle. Walau baru sekali kita ngumpul, aku kok seneng banget kayaknya kenal sodara-sodari seiman yang sama-sama lagi berjuang di sini.

Abis itu, aku di ajak ikut ke acara PPI Halle, pemilihan presiden baru. Ketemu lagi kan sama temen-temen baru. Kenalan lagi. Terus menghadiri salah satu acara PPI, Weinachtsparty, ketemu lagi sama beberapa temen baru. Terus juga perbaikan gizi lagi. Hampir tiap minggu ada aja makanan yang sehat-sehat. Soalnya seminggu setelah itu, anak-anak liqo Halle ke datangan tamu dari Berlin, maka kami masak-masak gitu.
Salah satu tamu dari Berlinnya, tak lain dan tak bukan adalah mba Fay, temennya mangki Dani. Di liqo kali itu juga ada doorprize nya gitu. Aku dapet parutan dooong.. Terharu sekali. Mau bikin bala-bala ah. Syalala~

Minggu itu juga papa ulang tahun. Iya, tanggal 21 Desember kemarin, papa ulang tahun. Alhamdulillah bisa nelpon papa sebentar pake calling card. Tapi abis itu keputus, Calling card nya ga oke. Terus mau lanjutin Skype, internet di rumah lagi ga bisa. Yasudah, lanjutinnya lanjutin doain papa aja dari jauh sini.

Tanggal 22 nya hari ibu. Cuma bisa ngucapin lewat bbm buat mama dan si calon ibu mba Wini. Tapi, alhamdulillah itu juga mama udah seneng. Mama itu luar biasa banget lah pokoknya. The best woman in my life! The best mom ever! Mungkin kalian juga bakal ngomong yang sama buat ibu kalian masing-masing. Kita juga ga akan pernah berhenti mendoakan beliau, kan? Semoga Mama, sang permpuan Super seluruh dunia itu, mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, ya Allah... Aamiin..

Nah, abis itu liburan deh. Sempet bingung dan ngirit-ngirit makanan sama Rizka. Toko-toko pada tutup gitu pas sebelum natal, hari natal, dan setelah natal. Daaaaannn kami hanya berbekal beberapa genggam nasi, dua kaleng sarden, terigu, dan beberapa butir telur. Tapi dengan mantra #thepowerofkepepet nya Rizka, kami berhasil merubah terigu jadi cake tiga menit, sarden jadi makan malam meriah, dan membuat nasi goreng dari bahan-bahan yang ada.

Setelah bertahan hidup beberapa hari, kami kalap belanja setelah melihat toko-toko buka. Kalap belanja beli bahan-bahan murah berlebel : “gut and guenstig”! Mengingat harga Euro sedang naik dan mencapai angka Rp. 13.000,-. Kami hanya bisa tersenyum melihat kembali beras, sarden dan telur.

Contoh bahan-bahan berlabe "Gut and Guenstig"

Tak lupa aku membeli bahan seadanya untuk bikin Macroni Schotel. Tau kan? Pasta-pastaan gitu deh pokonya mah. Setelah makan itu-itu aja selama beberapa hari, ga ada salahnya atuh bikin yang beda. Alhamdulillah mah cukup sampe buat bekel makan di jalan kemarin. Dijalan mau ke Berlin, kami berempat botram (makan-makan semacam piknik) di kereta dengan cueknya. Berempat itu rombongan dari Halle, aku, Rizka, Chana sama Mutiara. Terus kami barengan Tami dari Magdeburg juga.

Di Berlin, ramai sekali. Ga ngerti lagi. Udah mirip Tanah Abang sebelum lebaran. Pusing. Tapi abis itu kami menuju Al-Fallah dan mendengarkan ceramah daaaan makaaan. Kali ini makannya lebih istimewa. Walu tetap melihat telor balado, tapi kali ini rasa sambelnya bener-bener rasa ulekan ibu-ibu. Begitu juga sama opor ayamnya, ga kayak opor yang biasa ku masak kalo kangen opor, ga kayak rasa bumbu jadi. Beneran masakan ibu-ibu. Bahagianya itu sampe terharu gitu.

Tukan.. Banyak banget serunya bulan Desember ini. Belum lagi aku ngobrol-ngobrol banyak sama Wegan, temen SD-ku. Sampe kita bikin proyek gitu, doain kami yaa. Kalau sukses, nanti kami pasti ngasih tau kalian. Makanya doain aja, “Semoga proyek Niwi sama Wegan lancar dan sesuai rencana!” Aamiin..
Menurut aku, tahun 2012 ini bener-bener kayak nano-nano. Rame banget rasanya. Ada rasa seneng, terus rasa sedih mendalam, kecewa, sampe bisa bangkit lagi, terus bisa bahagia lagi. Ada juga penyesalan yang baru disadari. Seperti yang banyak orang bilang tentang rencana.

Manusia hanya bisa merncanakan, tapi Allah lah yang mengatur semuanya. Semua udah ada jalannya masing-masing dan hanya Allah yang tahu apa yang terbaik buat makhluknya.

Semoga kita semua bisa jadi pribadi yang lebih baik ya..
»»  Read More...

Tuesday, 25 December 2012

Hai, Oyong..


Assalamualaikum..

Siang hari. Iya tengah hari bolong waktu Jerman bagian Halle. Tiba-tiba aku random banget buka-buka Youtube. Yah, gimana yah.. Sebagai anak kos yang lagi liburan di akhir tahun (yang sama aja artinya sama akhir bulan), aku mah cuma di rumah aja deh buka-buka Youtube, liatin Timeline, atoga iseng-iseng stalking orang di Facebook. Hahaha.. Nah, barusan abis liat trailernya 5cm sama Habibie dan Ainun. Hmm, buat judul yang kedua, kapan-kapan aja lah ya bahasnya. Walau temen-temen, sodara-sodara sampe Mama (iya, MAMA. Ibu saya.) bilang film itu bagus, aku gak begitu pengen bahas film itu. Mungkin mah beberapa dari para pembaca bisa tau kenapa. Kalo yang ga tau, ya gak usah tau. Kalo mau tau banget, ih.. Kepo banget sih.

Sekitar tiga atau empat tahun yang lalu, teman sekelasku suka banget baca novel pas pelajaran di kelas. Waktu itu aku lagi SMA. Lupa kelas berapanya mah. Kayaknya mah kelas satu. Nah, waktu itu temenku baca novel yang cover nya ga ada menarik-menariknya sama sekali. Cuma sampul hitam dan judul berwarna putih. 5cm.

Cover buku 5cm.
Aku bingung, apa coba menariknya buku misterius itu. Cerita tentang apa? Aku mulai penasaran. Tapi temanku itu lagi seru-serunya mungkin yah baca buku itu, sampai marah tiap aku bawel nanya isi cerita buku itu. Dia cuma jawab, “Rame pokoknya! Lo harus baca!”. Lalu dia kembali membaca buku itu.

Penasaran setengah mati, pulang sekolahnya aku mampir ke taman bacaan. Ya, berhubung uang jajan belum ngumpul buat beli tuh novel, akhirnya aku pinjem aja di taman baca deket rumah. Lumayan, jatah seminggu baca, cuma bayar 10% dari harga buku itu. Hihihihi.. Tapi sayang banget, pas kemarin pulang ke Indo, taman baca itu udah gak ada. Mungkin karena peminjam setianya udah pada kuliah di luar kota. Anak-anak sekarang mah, kayaknya ga hobi yah baca? Apa masih hobi?

Nah, jadi abis aku baca buku itu, dari halaman pertama aku udah exited gitu. Gak kayak Sampulnya yang hitam dan terlihat dingin, isi ceritanya hangat. Emosi aku di ajak main selagi baca buku itu, ketawa, marah sampe aku berkaca-kaca. Seru banget. Kisah lima orang sahabat. Sampe beberapa kali aku baca buku itu. Sebelum di balikin ke taman bacaan. Aku bener-bener suka. Semangat aku juga tumbuh gitu. Tapi sayang, walau aku masih inget betapa ramenya buku itu, aku udah lupa detail-detail yang ada. Aku pengen banget baca buku itu lagi. Apalagi pas sekarang filmnya muncul dan dapet pujian sana-sini.

Sampe sekarang, aku cuma bisa liat Trailernya aja. Tapi gak tau kenapa, tiap nonton Trailer itu, aku langsung keinget sama sahabat-sahabat aku. Kami sebut kami itu OYONG. Iya, oyong. Nama sayuran yang kurang terkenal. Kenapa? Gak usah tanya. Aku juga lupa. Cuman mah ujug-ujug (=tiba-tiba) aja nama kita oyong, biar lebih ringkes daripada harus nyebut nama kami satu persatu. Contoh:

“Eh, Sabtu ini jalan-jalan yuk!?” tanya Bilqis.

“Sama siapa?” tanyaku.

“Sama Abi, Josh, Diko, Rio, Kunan (Marsha), Puji.”

Panjang kan kalo nyebut satu-satu. Maka kami peringkas.

“Sama Oyong.”

Oyongers : Abi, Josh, Niwi, Pujai, Kunan, Rio, Bilqis, Diko.
Gitu lah intinya mah. Kenapa kami bisa nyatu bareng. Itu juga kebetulan yang indah. Kami lagi gatau kenapa, berdelapan ini ujug-ujug ada di luar kelas dalam waktu bersamaan. Di lantai tiga di dekat kelas Josh dan kamar mandi perempuan. Hmm.. Walau aku lupa sebabnya, tapi aku senang dan bahagia ada dalam kebetulan kali itu. Aku masih berterimakasih sama kejadian itu sampai detik ini. Dimana sampai detik ini aku masih punya sahabat-sahabat kayak kalian.

Jakarta, Bandung, Jogja, dan Halle. Empat kota dimana kami terdampar setelah kurang lebih tiga tahun bersama-sama tertawa, menangis, mengakak, bercanda di Tanah Kusir. Di sekolah kami tercinta yang emang deket sama kuburan itu. Tapi, hati insyaAllah mah masih pada deket. Alhamdulillah juga media social mendekatkan kita. Sekarang bb dan smartphone bisa membuat kita mengobrol bersama. Rasanya gak jauh.

Oyongers, tau gak? Kalian itu kayak lampu di jaman Thomas Alva Edison, pas aku terpuruk kemarin. Beneran, liat foto kalian lagi beberes kamar waktu itu, kalian itu kayak nerangin otak aku yang udah lama mati lampu. Aku kayak tau lagi harus gimana. Aku, seenggaknya, jadi inget janji kita buat ngumpul tanggal 17 Juni 2019 nanti. Dimana beberapa dari kalian udah nulis kejadian hari nanti bakal kayak gimana. Aku belum menulisnya sampai sekarang. Bayanganku masih abu-abu. Tapi aku bakal menulisnya secepat mungkin. Secepat yang kubisa.

Makasih, sahabat. Mungkin kalian gak tau seberapa berartinya kalian buat aku. Jijik ya? Bodo amat lah, kalian emang berharga. Aku gak mau kehilangan kalian. Semoga rencana kita berkumpul di hari itu bakal terwujud ya kawan. Aku tak sabar menunggu hari itu. Aku juga gak mau kalah sama kalian yang hebat-hebat. Cerita kalian selalu membuatku iri. Aku mau ikut hebat juga. Aku juga mau menang bareng kalian. Mau ikut naklukin dunia bareng kalian. Makasih yah, udah jadi semangat buat aku. Makasih banyak, kawan.

Aku tau, kadang aku lupa sama kalian. Tolong, tampar dan sadarkan aku saat aku hilang kendali. Terimakasih.

Oh, ya.. Aku juga teringat pada kalian setelah mendengar dan membaca dalam-dalam lirik lagu ini. Kawansss.. I love youuuuuuuuuu... *pelukdanciumdarijauh* :")

Nidji – Di Atas Awan

cinta satukan hati
kuatkan jiwa menghadapi dunia
segala cinta dan muka
kuatkan semua persahabatan


kita penantang impian
biar tak sama kita kan menang
kita penakluk dunia
biar tak sama kita kan menang..menang


bila kau merasa sedih
ingatlah bahwa kau tak sendiri
tanpamu tak akan sama
tanpamu semua berbeda
kisahmu juga kisahku
selalu bersama


kita penantang impian
biar tak sama kita kan menang
kita penakluk dunia
biar tak sama kita kan menang..menang


melangkah dibawah mentari yang sama
mencari tempat kita dimasa depan
berjanji kita tak akan putus asa
walaupun semua tak akan mudah


kita penantang impian
biar tak sama kita kan menang
kita penakluk dunia
biar tak sama kita kan menang..menang




»»  Read More...