Wednesday, 17 February 2016

Pantai

Lima tahun lebih rasanya aku gak ke Pantai.
Padahal aku sangat suka pantai.
Aku suka semuanya,
warna, wangi, udara bahkan suaranya.


Pantai itu hangat.
Ketenangan juga bisa didapat,
walau banyak anak-anak main pasir dan ombak.
Ketika kau pejamkan mata di pantai,
yang kau dengar, rasa dan cium seperti khayalan.

Aku ingat bagaimana aku merasa tenangnya pantai.
Kebersamaan, canda, tawa, nyaman, bahagia.
Walau langit menyembunyikan matahari,
tetaplah tenang yang kurasa disana.

Pantai selalu membuatku tersenyum,
walau hanya dalam ingatan.
Sama saja ketika kau jatuh cinta.
Walau sudah lama tak jumpa,
tetap keindahan yang kau rasa.

Aku rindu pantai.
Aku rindu semua yang berhubungan dengannya.
Mungkin ini juga namanya cinta.
Ketika sekali kau berada disana,
selama kau jauh darinya,
selama itu pula kau rindu padanya.
»»  Read More...

Tuesday, 16 February 2016

Obat

Obat itu pahit.
Terkadang sakit terasa bila bereaksi.
Tapi tidak semuanya pahit
dan tidak semua sakit saat bereaksi.

Obat pahit biasanya dijauhi.
Mungkin dia diciptakan
agar anak-anak tak mau meminumnya.
Hinggga anak-anak itu tak mau sakit lagi.


Tapi ada obat yang tidak pahit.
Obat-obat penyakit ringan
atau obat untuk anak.
Karena mungkin sifatnya untuk meringankan.

Kadang ucapan orang juga terasa sakit, kan?
Saat itu, kita harus mampu menahannya.
Bisa saja yang menyakitkan itu adalah obat.

Contohkan saja nasihat dan kritik.
Mereka pahit. Sakit hati kita mendengarnya.
Tapi mereka datang dari orang yang kita percaya.
Mereka memberikan itu pada kita agar kita berubah.
Jadilah kita pribadi yang lebih baik dan kuat.

Bahkan kawan,
nasihat dari sahabat bisa mebuat sesuatu yang buruk.
Kita bisa berpikir kalau mereka terlalu mencampuri.
Tapi sahabat dan keluarga kita hanya ingin yang terbaik.
Karena yang terbaik itu datang dari penempaan terburuk.

Tahan bila sakit.
Jangan hindari.
Berterimakasihlan karena mereka peduli.
Karena mereka sayang.

Obat tak selamanya menyakitkan atau pahit.
Manis juga biasanya terasa.
Seperti manisnya canda tawa.
Seperti indahnya pertemuan.
Itulah vitamin jiwa kita sesungguhnya.

»»  Read More...

Monday, 15 February 2016

Nama

Nama itu ciri khas.
Nama diberikan sesuai bentuknya.
Bisa juga sebagai harapan.

Manusia itu belajar dari benda.
Saat benda dinamai berdasarkan bentuknya,
manusia menamai anaknya dengan harapan,
namanya bisa mencermikan sifat.


Saat manusia menamai sesuatu,
apalagi dengan sebutan lain,
kemungkinan besar sesuatu itu lebih berharga.
Mereka lebih terikat satu sama lain.

Tetapi tetap,
ada arti atau harapan saat nama lain dibuat.
Bahkan arti yang berbeda dan punya makna tersendiri.
Ada rasa kasih dalam setiap huruf yang dibuat.
Atau bahkan saat kita tak sanggup mengucap nama.

Tak semua orang paham dengan arti nama.
Tapi setidaknya kita bertanya apa arti nama kita.
Setidaknya kita tau makna nama kita,
setidaknya kita tau dari mana sifat kita terbentuk.
Atau setidaknya kita tahu,
ada harapan dibalik nama kita.

»»  Read More...

Sunday, 14 February 2016

Masak

Sejak lima tahun terakhir,
masak adalah satu kewajiban buat aku.
Tuntutan hidup hemat untuk perantau.
Salah satu cara juga untuk pereda kangen.

Awalnya aku gak terlalu bisa masak.
Tapi karena doyan makan,
dan gak banyak makanan enak banget disini,
aku mulai belajar untuk masak dengan baik.


Belajar dari temen,
dari resep di internet,
tanya resep ke mamah,
atau eksperimen sendiri.

Sekarang masak bukan cuma kewajiban aja,
masak jadi hobi baru.
Penghilang suntuk paling ampuh.

Sampai sekarang aku masih belajar,
masih mencoba resep baru.
Mungkin gak ada batasnya belajar masak.
Karena akan ada lagi resep baru yang lain.

Aku baru sadar,
kewajiban bahkan bisa jadi hobi.
Karena aku tau,
hasilnya baik, enak, ataupun asik.

Coba aja kewajiban lainnya bisa seperti itu.
Jika aku temukan hasil baik
dari setiap kewajibanku,
mungkin saat ini aku berbeda.

Mulai sekarang aku harus mencari.
Mencari hasil dari setiap kewajiban.
Sampai aku menyenangi setiap kewajiban.
Sampai aku gak merasa terpaksa melakukannya.

»»  Read More...

Saturday, 13 February 2016

Lemon

"When life gives you Lemons, make Lemonade!"

Hampir semua orang pernah denger kalimat itu.
Hampir semua orang mengerti.
Tapi gak semua orang buat Lemonade dari Lemon itu.

Lemon itu buah.
Warnanya kuning cerah.
Rasa buahnya asam.
Kulitnya pahit.
Tapi dia beraroma sedap.
Khasiatnya pun banyak.


Anak kecil yang belum tahu rasa Lemon,
mungkin tetap menyicipinya karena warnanya indah.
Karena yang mereka tahu,
jika warnanya cerah,
kemungkinan besar bukan hal buruk.
Tapi setelah mencoba,
mereka tak mau lagi memakannya langsung.

Kita yang sudah dewasa,
lebih memilih untuk mengolah lemon.
Salah satunya 'infused water'.
Walau kadang rasanya pahit,
kita tetap meminumnya,
karena tau khasiat dari Lemon.

Terkadang kita sangat membutuhkan Lemon,
karena aromanya yang sedap
atau rasanya yang segar.

Maka semua butuh proses.
Proses pengenalan adalah yang pertama.
Setelah kenal, kita paham apa yang dihadapi.
Jadi kita bisa tau apa yang harus kita olah,
sehingga kita dapat sesuatu yang kita mau.

Apa yang kita lihat,
tidak selalu sama jika kita belum mengenalnya.
Dan apa yang kita kenal,
belum tentu selalu sama seperti itu,
setelah melalui proses tertentu.
»»  Read More...

Friday, 12 February 2016

Kertas

Apapun warnanya, apapun jenisnya, apapun bahannya.
Kertas itu menurutku bersih.
Kertas juga rapuh.
Kertas itu pasrah.

Kenapa pasrah?
Karena dia benda mati.
Dia siap di torehkan apapun diatasnya.
Dia siap dibentuk jadi apapun.


Dia bahkan rela dijadikan apapun.
Kertas kosong berguna bagi orang yang suka menorehkan sesuatu.
Entah itu tulisan, atau gambar, atau keduanya.
Atau bahkan berguna untuk orang yang suka membentuk.
Origami misalnya. Atau kerajian lainnya.

Kertas yang sudah tertulis, tergambar atau terbentuk pun sangat berguna.
Tulisan diatasnya mungkin saja membuat seseorang tergerak hatinya.
Gambar padanya mungkin saja membuat seseorang tersenyum.
Bentuk barunya mungkin bisa membuat seseorang beruntung.

Tapi kertas tidak dapat kembali pada bentuknya semula.
Kertas yang sudah tertulis, tergambar atau terbentuk,
bisa sedemikian rupa dibuat kosong lagi, dibuat rapi lagi.
Tapi tidak bisa kembali pada bentuknya semula.
Tidak bisa kembali bersih, tidak bisa kembali pasrah.
Karena dia rapuh.

Sekali kamu membuat sesuatu dengan kertas kosong tersebut.
Anggap saja selamanya dia akan menjadi seperti itu.
Maka berhati-hatilah saat kamu berbuat.
Karena sesuatu yang pasrah, biasanya sangat rapuh.

Disini, kita bisa samakan kertas dengan kepercayaan.
Saat kepercayaan sudah tercoreng, tergores atau terbuang,
tidak akan lagi ada kepercayaan yang sama.
Tidak akan ada lagi kepercayaan yang bersih.
»»  Read More...

Thursday, 11 February 2016

Jarak

Kalau kata Dewi Dee Lestari,
"Seindah apapun huruf terukir,
dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
Dan saling menyayang bila ada ruang?"

Aku setuju dengan itu.
Jarak yang membuat kita bisa bergerak.
Jarak secara fisik dan juga batin.
Jarak antara waktu, tempat, juga kegiatan.

Sebagai anak rantau,
aku berjarak dengan keluarga.
Dengan jarak sejauh itu,
terisilah hal baru diantaranya.


Sifat dan kebiasaan yang baru bermunculan.
Mulai dari rasa rindu.
Lalu muncul kata mandiri.
Kemudian rasa sayang semakin kuat,
karena kepercayaan dan keyakinan.

Ada jarak waktu ketika kau menunggu.
Terisilah kesabaran dan impian diantaranya.
Dan ada jarak juga di setiap aktivitas.
Hingga energi terisi kembali.

Jika tak ada jarak,
mungkin tak ada ruang yang bisa diisi.
Jika kau merasa kurang,
mungkin kau tak memberi jarak pada sesuatu.
»»  Read More...

Wednesday, 10 February 2016

Ibu

Terlalu banyak yang mau aku tulis tentang Ibu.
Ibu adalah manusia yang dipilih tuhan
untuk merawat, menjaga dan menyayangi kita.
Ibu adalah manusia yang paling rela berkorban.
Ibu adalah Ibu.

Terlalu bingung kata apa yang mau kutulis.
Terlalu banyak arti Ibu buatku.
Terlalu banyak kelebihanmu,
yang menutupi semua kekuranganmu.

Ibu buatku adalah Mamah.
Mamah yang berdarah sunda.
Mamah yang dulunya paling gaul.
Mamah yang sekarang paling jadi panutan.


Aku gak begitu tau Ibu mu,
tapi Mamah,
selalu tau apa yang aku mau,
selalu tau apa yang aku lakukan,
selalu tau waktu yang tepat untuk aku.

Sekarang kita jauh, mah..
Tapi mamah selalu tau aku lagi gimana.
Mamah bisa aja chat aku pas aku lagi sakit.
Atau chat aku pas aku lagi seneng banget.
Jarak kayak gak penting banget buat kita ya, mah..

Mungkin mamah udah bosen denger ini,
aku belum bisa bahagiain mamah.
Aku masih aja bikin mamah pusing.
Aku belum bisa bikin mamah bangga.

Walau gitu,
mamah masih mau denger keluhan aku.
Mamah selalu jadi penyegar saat suntuk.
Pelukan mamah, kayak charger buat aku.

Untuk para ibu yang hebat,
kami para anak mau bilang makasih.
Kami selalu ingin bilang,
"Saya cinta sama Ibu"
Tapi lidah kami tak jarang kaku.
Mungkin karena kami belum merasa pantas.
Karena kami lebih ingin melihat ibu tersenyum,
senyum bangga, bukan senyum menguatkan lagi.
»»  Read More...

Tuesday, 9 February 2016

Hujan

Aku salah satu orang yang juga suka Hujan.
Hujan itu enak.
Enak dilihat, enak didengar, enak dihirup wanginya,
bahkan enak dirasakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Hujan adalah titik-titik air yang berjatuhan dari udara
karena proses pendinginan.
Hujan adalah salah satu siklus air di bumi.


Biasanya, orang sedih saat hujan.
Mungkin efek langit yang mendung,
membuat perasaan juga menjadi lebih sendu.
Tapi aku kadang senang ketika hujan datang.
Sambil minum segelas kopi susu hangat,
aku melihat tetesan hujan dari jendela,
dan terkadang aku mengingat "momen hujan" ku.

Seringkali aku teringat sore itu.
Sore dimana aku duduk di teras bersama Papah.
Atau sore dimana aku minum teh besama Mamah.
Aku juga ingat sore aku duduk membaca bersama kakak.
Juga sore dimana aku tertawa melihat adik berlari dibawah hujan.
Iya, semua kuingat. Semua bersama hujan juga.

Tapi semua yang berlebihan itu tidak baik.
Saat hujan mulai berlebihan, terjadilah badai.
Aku hanya mengingat semua badai yang kulalui sendiri.
Saat aku hanya bisa sembunyi di balik selimut.
Saat jantungku kencang berdegup setelah petir.

Sekarang, bila datang hujan,
kupejamkan mata.
Kulihat semua di balik kelopak mataku.
Kulihat senyum-senyum orang terkasih.
Tapi kulihat juga pohon yang tumbang karena badai.

Mungkin ada arti lain dari hujan.
Hujan adalah salah satu kasih sayang Tuhan.
Untuk bumi dan isinya.
Untuk manusia juga, sebagai pengingat.
Semua momen hujan, akan teringat saat hujan turun.
Semua momen yang telah kita rekam dalam memori,
atau momen yang akan kita rekam nanti saat hujan.

»»  Read More...

Monday, 8 February 2016

Gunung

Tinggi. Gagah. Kokoh. Angkuh.
Itu sudut pandang aku.
Mungkin kalian juga.
Mungkin sumberku juga berpikir sama.

Sumberku yang satu ini paling suka naik gunung.
Paling sering hilang, karena naik gunung.
Paling suka pamer kalo sudah naik gunung.
Kenapa pamer?


Dia bilang,
"Naik gunung itu menantang,
tapi aku, bisa sampai di puncaknya."
Aku masih gak paham tantangan itu.
Lalu dia melanjutkan penjelasannya.

"Naik gunung itu kepuasan.
Kalau kamu belum sampai puncak,
rasanya sayang untuk nyerah.
Kayak aku buang uang gitu aja,
padahal aku bayar untuk sampai puncak."

Aku paham disitu,
sama aja kayak sekolah.
Ketika kita udah masuk,
kita pasti ingin selesaikan.
Kita ga akan nyerah gitu aja.
Kita juga mikirin tujuan kita.
Ijazah.

Tapi aku bingung,
aku gak mau mengulang sekolah yang sama.
Sedangkan dia berkali kali mendaki gunung yang sama.
Dengan harga yang sama
dan puncak yang sama.

Dia bilang BEDA.
Setiap perjalanan pasti punya cerita sendiri.
Setiap perjalanan punya kesan yang berbeda.
Setiap perjalanan ada kepuasan yang berbeda.

Mungkin yang dia maksud,
karena alam punya sejuta rahasia.
Kita gak pernah tau apa yang akan terjadi.
Walaupun kita mengulang dengan tujuan yang sama.
Kita gak akan tau apa yang akan kita dapat nantinya.
Dan selalu, semuanya akan berbeda.

Sumberku berubah setelah dia kenal gunung.
Pribadinya lebih baik.
Dia lebih tau tempat dan waktu.
Lebih menguasai sifat rendah hati.
Karena dia tau,
keangkuhan tidak bisa dilawan keangkuhan lagi.
»»  Read More...

Sunday, 7 February 2016

Film

Dulu aku suka sekali membaca buku.
Setiap pulang sekolah,
aku mampir ke taman baca di dekat rumah.
Walau aku harus bertengkar sama mama,
walau aku harus menabung demi menyewa novel,
walau sembunyi sembunyi aku membaca,
aku tetap mengulangnya.
Itulah hobi.

Sejak jauh dari tanah air,
hobiku bergeser.
Aku lebih sering menonton.
Mungkin karena aku kurang mendapat buku bacaan.
Dulu buku online masih jarang.
Tapi tontonan online sangat banyak.


Film apapun aku tonton.
Kadang aku mengulang kembali Film yang sudah kutonton.
Tak sekali dua kali aku mengulang jika aku senang.
Bisa lebih dari sepuluh kali aku ulang.
Setiap detail aku hapal.
Bahkan aku bisa hapal dialog yang aku suka.

Aku seringkali menyarankan beberapa Film untuk seseorang.
Dengan harapan,
orang itu bisa belajar dari cerita di Film tersebut.
Tak jarang aku jadi ingin tau asal usul Film itu.
Apalagi kalau ternyata Film itu berdasarkan Novel.
Akan kubaca Novel itu tak lama kemudian.

Film yang kurang lebih berdurasi dua jam,
pasti mempunyai makna sendiri.
Tak mungkin sebuah Film tidak bermakna sama sekali.
Tak mungkin seseorang mengeluarkan waktu tanpa tujuan.
Tak mungkin juga hidup kita yang pastinya lebih dari dua jam ini,
tak bermakna sama sekali.
Pasti ada pembelajaran yang kita dapat.
Pasti akan ada hasil yang kita peroleh.
»»  Read More...

Saturday, 6 February 2016

Embun dan Ekor

Kali ini aku kesulitan mencari kata yang bisa aku uraikan.
Bahkan, aku sulit mencari kata dari huruf E ini.
Dua kata ini yang kami temukan.
Iya, kami. Aku butuh seseorang untuk mencari kata ini.

Waktu itu aku tanya,
"Kamu pilih Ekor atau Embun?"
"Embun." jawabnya.
Saat itu aku membayangkan embun pagi yang menyejukkan.
"Kenapa?" tanyaku.
"Hmm.. Lebih indah aja."


Lalu aku bilang, aku lebih memilih Ekor.
Kenapa?
Bahkan aku gak tau kenapa aku pilih Ekor.
Bukan sekedar ingin berbeda dari yang dia pilih.
Aku memang sudah tertarik dengan kata Ekor.

Ekor adalah bagian tubuh yang paling belakang.
Tapi walaupun di belakang, dia bisa berfungsi.
Misalnya cicak. Ekor bisa sebagai alat perlindungan.
Ekor cicak bisa terlepas saat dia merasa teramcam.
Mungkin untuk yang lupa atau yang belum tau,
itu adalah teknik Autotomi.
Contoh lainnya, pada Ikan.
Sebagai alat gerak.

Walaupun ekor terletak dibagian belakang
dan tidak sering diperhatikan.
Ternyata punya banyak fungsi.
Ternyata sangat membantu kehidupan pemiliknya.
Karena tak ada yang tak berguna yang tuhan ciptakan.

Sama seperti adanya seseorang yang selalu ada di belakang kamu.
Seseorang yang tak pernah kamu hiraukan,
tak pernah kamu pedulikan,
tapi selalu membantu jalan hidup kamu.
Seseorang yang jika kamu lihat kebelakang,
layaknya embun dipagi hari,
indah dan menyejukkan.
»»  Read More...

Friday, 5 February 2016

Doa

Banyak sekali yang terlintas saat huruf D ini muncul.
Daun, karena aku biasanya lihat Daun saat aku lihat Langit.
Domba, entah kenapa aku jadi ingat teman SD yang suka diledek.
Dan banyak sekali nama teman dari huruf D yang aku ingat.

Tapi lalu, aku ingat Doa.
Doa yang selalu aku ucap tiap hari.
Doa yang sering terlupa saat sudah dikabulkan.
Doa yang kadang buruk ketika hati ini sedang negatif.
Doa yang selalu diucapkan seorang ibu.


Sering aku melihat post seseorang.
Katanya:
"Kalau kamu sedang merasa beruntung,
salah satu doa Ibumu sedang dikabulkan."

Kenapa doa ibu? Kenapa bukan doa kita sendiri?
Mungkin juga karena ibadah kita belum sebaik ibadah ibu.
Jadi, doa ibu yang tuhan kabulkan.
Mungkin...

Doa itu bukan ban serep.
Bukan yang diucap ketika kamu dalam masalah.
Karena sering kali kita benar-benar berdoa,
jika kita terjatuh dan tertimpa sesuatu.

Doa adalah salah satu setir kehidupan kita.
Saat kita berdoa, ada satu harapan dimasa depan.
Ada usaha sendiri dari kita, supaya doa itu terkabul.
Jadi menurutku, doa itu yang juga mengarahkan tujuan hidup kita.

Apa yang terjadi kalau kita tidak berdoa?
Mungkin kamu belum punya tujuan hidupmu yang sebenarnya.
Jadi apa yang harus kita lakukan jika tak punya tujuan hidup?
Berdoa.
Dengan harapan, kamu mendapat "tujuan hidup".
»»  Read More...

Thursday, 4 February 2016

Cinta

Mungkin kamu menebak kali ini aku baper, galau atau apapun namanya bahasa sekarang itu.
Engga kok.
Cinta memang lagi jadi pikiran aja beberapa waktu ini.
Jadi ya kata Cinta yang aku ingat saat huruf C muncul.

Apa itu cinta?
Aku gak mau menjawabnya.
Karena cinta bukan apa yang harus kamu baca.
Tapi apa yang kamu rasa.
Aku gak bisa deskripsikan cinta.
Tapi aku bisa merasakan cinta.

Cinta yang paling bisa aku rasakan sekarang, adalah cintanya Sang Pencipta.
Dia masih cinta aku. Dia cinta aku dengan cara-Nya sendiri.
Gak perlu aku tuliskan, kalian pasti sudah merenungkannya detik ini.
Kalau belum, mungkin kamu belum bersyukur, kawan.

Cintanya Keluarga dan sahabat.
Cinta yang tercipta oleh ucapan, sentuhan atau hanya dengan tatapan.
Kadang, saat aku terdiam pun, aku bisa merasakan cinta itu.
Karena cinta itu tetap ada walau kau tak bersama mereka.
Cinta itu tidak akan hilang, walau bisa berkurang.


Itu cinta yang aku rasakan.
Tapi bagaimana aku memberi cintaku?
Aku belajar.
Perlahan belajar memberikan cintaku.

Saat aku mencintai Sang Pencipta,
aku belajar untuk mematuhi semua yang Dia inginkan.
Aku mencoba mengikuti semua aturan yang ada.
Walau susah,
tapi dengan sedikit pengorbanan aku mencoba.

Ketika aku merasakan cinta keluargaku, orangtuaku,
rasanya detik itu juga,
aku ingin sekali menuruti apa yang mereka katakan.
Walau harus aku berperang dengan hati nurani ku sendiri.

Saat sahabatku berucap,
"Aku sayang kamu."
Saat itu aku ingin untuk memberikan yang terbaik untuknya.
Perhatianku, kasih sayang, bahkan semua yang aku miliki.
Walau belum seluruhnya,
tapi aku belajar.

Dengan adanya cinta,
rasanya aku bisa hidup.
Aku punya tujuan yang jelas.
Untuk membalas semua cinta yang aku dapatkan.

»»  Read More...

Wednesday, 3 February 2016

Biru

Aku masih ingat kapan aku bilang aku suka warna Biru.
Saat TK.
Waktu itu aku ditanya temanku, "Suka warna apa?"
Aku bingung waktu itu mau jawab apa, jadi aku cuma diam dan lihat langit.
"Aku suka biru." Aku jawab tiba-tiba, padahal mungkin saja temanku sudah lupa pertanyaannya tadi.
"Kenapa?" dia bertanya lagi. Karena mungkin kebanyakan perempuan di kelas suka warna Pink.
"Karena, kemanapun kamu melihat, pasti kamu akan lihat warna biru."
"Tapi kan kalo malem, langitnya hitam?"
"Tetep aja aku ingetnya, langit itu biru." aku menjawab mantap.


Sejak hari itu, aku jadi makin tergila-gila dengan warna biru.
Semuanya biru. Sempat aku mencoba cinta dengan warna lain.
Hitam saat aku SMP. Tapi itu ternyata cuma ikut-ikutan.
Kuning saat SMA. Tapi itu ternyata hanya obsesi.
Bukan suka. Bukan cinta.
Aku tetap setia pada biru. Tapi aku sadar, biru tidak sendiri.
Dia juga harus dipadukan. Dia bukan milikku, dia hanya kesayanganku.

Masih, hampir semua yang aku beli masih berwarna biru.
Tapi sekarang aku sudah bisa menerima warna yang lain.
Gak melulu biru, kebanyakan karena keluarga atau sahabatku.
Mereka masih sering bilang, "Pasti yang biru deh.."

Tapi, gak bisa dibohongin. Aku emang cinta sama warna penenang itu.
Saat aku kalut, aku bingung.
Aku pergi. Keluar, duduk sendiri di bawah langit yang biru.
Kalau langitnya lagi gak biru?
Tetap aja aku ingetnya, langit itu biru.

Karena ketika aku mencintai sesuatu,
padanya aku merasakan ketenangan.
Ketika aku mencoba untuk mencintai yang lain,
tetap rasa cinta yang sesungguhnya,
hanya ada pada cinta jujur kita yang pertama.

»»  Read More...

Tuesday, 2 February 2016

Air

Kata yang pasti disebut semua orang Indonesia setiap hari.
Setiap pagi sebelum mandi,
mamah selalu menyapaku singkat sambil lalu menyebut kata itu.
"Hai, mba.. Minum air putih duluu.."
atau "Jangan boros air ya mandinya.."
atau "Nanti air bak nya di penuhi lagi!"
Setidaknya itu kata pertama yang aku dengar hampir setiap pagi.


Tanpa air, apa kita bisa bertahan?
Tidak.
Bahkan aku belajar di kelas,
manusia bisa bertahan sampai sekitar 10 sampai 14 hari tanpa makanan.
Tapi tanpa air minum,
bisa dalam hitungan jam dia bisa mati (karena panas dan dehidrasi).
Kecuali di tempat dingin,
itu pun manusia hanya bisa bertahan 3 sampai 5 hari tanpa air.

Seperti yang sering dikatakan orang juga,
70% tubuh kita itu air isinya.
Jadi kita tak bisa hidup tanpa elemen yang satu ini.
Maka aku pilih Air untuk huruf A ini.
Karena tanpa air,
bahkan aku tak bisa menulis ini.

Satu lagi,
Tanah Air.
Punya arti yang lain memang. Tapi dari kata air juga dia terbentuk.
Dari elemen tanah dan air Indonesia terbentuk menjadi negara kepulauan.
Tanah dan Air yang berebeda ketika kau menginjaknya.
Tanah dan Air yang lebih sering disebut rumah.
Tanah dan Air yang aku rindukan.

Selama kau masih di sana, kawan, berbanggalah.
Karena tak ada tanah yang senyaman Indonesia.
Karena tak ada air yang sesejuk di Indonesia.
»»  Read More...

Monday, 1 February 2016

#ceritaalfabet

Udah 3 tahun kayaknya dari terakhir aku post di BiruBicara. Sebenernya aku masih aktip nulis, tapi gak pernah di publish. Kenapa? Karena kemungkinan tiga tahun terakhir ini sifat aku lagi rubah-rubah. Lagi labil istilahnya mah.. Tapi kadang juga pengen banget nge-publish tulisan di notes HP atau draft2 di laptop, cuman ga ada nyali. Terus larinya galau di Path, sok-sokan post quotes di Instagram atau nge-love ratusan quotes orang di Instagram. Sampai ada yang bilang, "Si niwi anak Quotes!"

Sekitar seminggu yang lalu, ada seorang wanita muda chat aku di Instagram. Katanya dia baca BiruBicara tentang Jerman, terus tau-tau dia ternyata anak SMA 47 juga. Akhirnya ngobrol-ngobrol, dia tanya-tanya, terus aku terharu. Ternyata, masih ada yang buka si BiruBicara ini. Terus kenapa aku jadi nonaktif banget nge-Post ya? Kenapa aku gak nulis lagi aja?

Jadi aku putusin buat coba nulis lagi. Tapi sekarang bertarget. Biar selesai, biar ga cuma jadi draft usang doang, dan biar ada pacuan lagi aja buat nulis. Perlahan sih, tapi makanya kaaaannn... Mencoba lagiii.. Jadi kali ini, aku bakal nulis #ceritaalfabet.


#ceritaalfabet itu tulisan tentang sudut pandang aku untuk kata dari huruf-huruf alfabet yang tiba-tiba terlintas di otakku. Kata-kata itu bisa jadi punya arti khusus buat aku, atau punya memori, atau apapun. Aku cuma pengen cerita atau berpendapat atau apalah namanya. 

Aku dibantu sumber khusus kali ini. Aku gamau sebut namanya karena anaknya terlalu ke-gr-an. Aku dibantu berdiskusi, dia juga edit, ada juga dia bercerita, bantu aku pilih gambar, pilih kata, dan lain-lain deh. Dia juga yang dukung aku banget buat post cerita-cerita aku di BiruBicara. Aku bilang makasihnya disini aja deh.. Makasih ya, jel.. 

Aku juga didukung penuh sama si adik kesayangan. Tadinya aku mau minta pendapat dari orang lain, termasuk yang gak suka baca macam dia. Tapi dia langsung dukung, langsung semangatin juga. Katanya lumayan bagus. Aku ya langsung seneng didukung gitu sama dia.

Tapi sebenernya pun ini belum selesai sampai huruf z. Masih nyicil, tapi tabungan tulisan juga udah banyak. Yah, sambil lah yaaa.. Kata orang juga, perlahan tapi pasti. Oiya, untuk orang tua, kakak-kakak dan sahabat, aku juga gak lupa sambil belajar atau ngerjain tugas-tugas aku disini kok. Tetep insyaAllah lancaaaaarrr.. Aamiin.. Ya sambil pada doain juga lah yak.. hehehe

Rencananya tiap hari aku post satu kata. Dari A sampai Z. Mulai besok. Terus kalo alfabet udah selesai? Aku coba lagi buat nulis yang lain. Mungkin gaya bahasanya bakal beda satu sama lain. Berwarna banget. Ada yang santai, serius, baku, nyeleneh, macem-macem. Ya namanya juga pendapat, pikiran, terus juga lagi sambil belajar lah yaaa.. Harap dimaklum please.. 

Aku akan nge-post foto-foto juga di Instagram, terus sambil kasih link BiruBicara di sana. Ya sekalian promosi laaaah.. Buat yang gatau Instagramku, namanya: niwiarti28. Instagram yang lama udah gabisa kebuka nih sedih banget. Kalian bisa komentar ya kalo mau.. Mau kritik mau apa, silahkan. Dimana aja. Tapi lebih oke kalo di Instagram sih.. Karenakan lebih sering dilihat dan banyak notifnya. Mau disini juga silahkan..

Sip gitu aja deh pembukaannya. Tunggu besok ya tulisan pertamanyaaa. Untuk yang mau tebak kira-kira apa kata pertama dari huruf A, silahkan tebak, komentar juga boleh, mau request satu kata yang mau aku jabarin menurut pandangan aku juga bole *malah seneng*

Selamat membaca ya, kawan. Kutunggu komentar kalian. Terimakasiiiiiiyy..
»»  Read More...

Friday, 30 August 2013

Sommer 2013 (part 1) : Liburan, Ramadhan dan Lebaran


Assalamualaikuuuum.. 
Apa kabar kawan-kawan sekaliaaan? InsyaAllah masih dalam keadaan baik sehat walafiat yaaa.. Yang lagi sakit gak enak badan, semoga cepet sembuh. Makan yang sehat-sehat, banyak berdoa, dan tentunya sabar ya. Kalo lagi sakit, terus kita sabar, insyaAllah penyakit itu jadi penggugur dosa kita. Aamiin..
“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Udah lumayan lama dari poetingan terakhir aku. Padahal di postingan terakhir aku bahas tentang futur. Tentang berhenti setelah rutin. Tapi emang ada alesannya kok. Aku emang agak lagi ngurusin ini itu. Lebih sering ke menenangkan diri, terus pas ramadhan aku berkegiatan, dan setelah ramadhan, lagi banyak ketemu temen-temen. Hahahaha.. Ada aja alesan sih.. Itulah kalo orang yang salah terus gak mau disalahin, pasti banyak atau adaaaaaa aja alesan itu.

Di postingan kali ini, aku mau bahas Ramadhan aku di Berlin, Jerman, yang serunya tuh seru banget banget banget deh. Hihihi.. Setelah dua tahun lebih di Jerman, akhirnya sekarang aku nemu lingkungan yang oke banget. Aku bersyukur gak henti-henti dikenalkan dengan lingkungan seperti ini. Tahun pertama di Jerman, aku berpuasa sendiri di Nordhausen, Jerman. Walau sama temenku, Fia, tapi tak banyak yang kami lakukan. Tahun kedua, aku kedapetan rezeki untuk pulang berlibur di Indonesia. Ramadhan dilakukan sama keluarga di Indo. Lebaran juga sangat sangat sangat berkesan karena aku berkumpul sama keluarga. Dan tahun iniiiii.. Aku berkesempatan untuk melaksanakan Ramadhan di Berlin. Waktu nya pas sama waktu liburanku. Alhamdulillah.

Kenapa Berlin?
Walau jarak tiga jam dari kota ku, Halle (Saale), aku tetep kekeuh pengen melaksanakan Ramadhan di Berlin. Soalnya, di Berlin terdapat salah satu mesjid Indonesia. Bernama Mesjid Al-Falah  IWKZ e.v. (Indonesisches Weisheits- & Kulturzentrum). Setiap tahunnya, Al-Fallah mengadakan acara rutin di bulan Ramadhan. Setiap tahunnya ada satu Ustadz yang datang dari Indonesia untuk mengisi berbagai kegiatan di bulan Ramadhan. Sedangkan di Halle. Belum pernah sih aku Ramadhan di Halle juga. Kalaupun emang ada kegiatan di mesjid, mungkin gak serutin di Al-Falah. Atau kalopun rutin, bahasa yang roaming. Bisa sih, masih bahasa herman sih, tapi lebih enak yang langsung berbahasa Indonesia dong? Lebih langsung masuk ke otak, kadang malah langsung JLEB ke hati. Hihihi.. Itulah alasannya kurang lebih. Maka aku bersiap seadanya ke Berlin.

Hal pertama yang kupikirkan adalah tempat tinggal. Emang bisa asal dateng gitu aja tanpa harus mikirin tempat tinggal, ongkos dan rupa rupanya yang lain? NOOO.. Kebetulan, Alhamdulillah nya, Rizka, temen serumah aku, punya temen yang rumahnya kosong dan bisa di tempati. Intinya, masalah tempat tinggal selesai. Tinggal berangkat, ambil kunci. Tinggal deh disitu. Kalo niat kita udah baik mah, ada aja pasti kemudahan yang dikasih sama Allah.. Tapi gak cuma berniat doang yah, harus ada usahanya.

Berangkatlah aku di awal Juli 2013. saat aku tiba di Berlin, Al-Falah sudah memulai acara Ramadhannya, yaitu kajian menjelang Ramadhan. Oiya, aku juga diminta bantuan untuk berpartisipasi dalam kepanitiaan Ramadhan di Mesjid Al-Falah tahun ini. Sebagai tim Redaksi Buletin Ramadhan 1434 H, yang mengeluarkan satu booklet panduan Ramadhan, dan menerbitkan satu buletin setiap minggunya. Jadi ada empat buletin dan satu booklet deh. Alhamdulillah kami bisa mengerjakan dengan lancar sampai kegiantan Ramadhan tahun ini selesai.

Sayangnya, ketika hari pertama dan kedua Ramadhan, aku yang berkodrat perempuan ini, tidak bisa melakukan puasa. Kebetulan juga badanku tak begitu fit saat itu. Jadinya aku gak pergi ke mesjid. Tapi mulai hari ketiga, aku mulai ikut berpuasa dan rutin setelah itu datang ke mesjid. Aku datang hampir setiap harinya ke mesjid sekitar pukul 16.00 waktu berlin. Pokoknya sebelum sholat ashar berjamaah. Sesampainya di mesjid, aku menunggu sebentar adzan ashar berkumandang, lalu ikut sholat berjamaah. Setelah sholat berjamaah, biasanya aku mengobrol dengan teman-teman baru di mesjid, atau mengaji sendiri. Sekitar pukul 18.30 waktu Berlin, para muslimah datang. Rata-rata memang para remaja. Kami membuat lingakaran dan mengaji bergantian sambil saling memperbaiki bacaan kami. Kami mengaji satu juz setiap hari selama sebulan.

Sekitar satu jam waktu yang diperlukan untuk tadarus. Acara langsung berlanjut ke acara KARIB (Kajian menjelang Maghrib). Kajian berseri yang disampaikan oleh ustadz Abas Mansur Tamam setiap hari selama bulan Ramadhan. Daripada ngikutin sinetron berseri, ato drama korea, mendingan ini kemana-mana deh.. Pak ustadz nya tuh nyampeinny enak banget. Langsung masuk keotak dan JLEB ke hati. Hinihi..

KARIB selesai beberapa menit sebelum adzan magrib. Itu udah include sama pertanyaan2 dan jawaban menarik dari pak ustadz nya loh.. Terus kita berbuka puasa deh, setelah lebih kurang 19 jam berpuasa ditengah udara musim panas itu. Alhamdulillahnya, ketika Ramadhan, cuaca gak begitu ekstrim sampe kita dehidrasi atau apa. Apalagi pas sepuluh hari terakhir Ramadhan, terkadang berlin diguyur hujan walau sedikit. Nyegerin deh pokoknya..

Buka puasa bersama di mesjid Al-Falah dilakukan setiap hari kecuali hari Jumat. Setiap hari, ibu-ibu indonesia yang berdomisili di Berlin masak buat buka puasa bersama secara bergantian. MasyaAllah pisan lah pokoknya, berkah untuk pelajar, dan tentunya berkah untuk para ibu ibu. Masakan Indonesia hasil tangan ibu-ibu rasanya tuh emang beda. Lebih Indonesia! Hehehe.. Kenapa aku bilang kecuali hari Jumat? Karena, kalo hari Jumat, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin mengadakan buka puasa bersama. Seru banget deh kalo buka puasa, pada ngumpul banyak orang. Dari student sampe yang udah berkeluarga ada disana. Anak-anak seumuran SD yang lahir disini dan bahasa jermannya udah super juga banyak. Bahkan bayi yang baru umur sebulan juga suka ikut hadir (sama orang tuanyalah, masa sendiri). 

Ketika adzan berkumandang, kami langsung membatalkan puasa dengan kurma dan air mineral. Lalu kami langsung melaksanakan sholat maghrib dan isya berjamaah. Iya, sholat isya-nya ditarik ke Magrib karena waktu isya yang sangat malam. Keputusan ini juga di ambil setelah ada perundingannya sama pemerintah dll. Ada surat keputusannya kok, bisa dilihat di website iwkz.de hihihi.. Mesjid Al-Falah gak seenaknya bikin keputusan kok.. Nah, setelah sholat magrib dan isya, baru deh kami makan berat. Biasanya sih makan nasi, tapi pernah juga ibu-ibu dengan berbaik hati masakin bakso dan tekwan. Alhamdulillah bangeeet.. Setelah makan berat, seluruh jamaah mesjid bergotong royong membereskan sampah yang ada dan bersiap untuk sholat tarawih. Kegiatan pun berakhir sampai sholat tarawih. Lalu aku pulang deh.. Sendirian? Engga dong, pasti ada temen pulang bareng deh, seenggaknya sampe beberapa halte. Kesananya ya sendiri. Hihihi..

Sebenernya, kegiatan mesjid itu ada dari sahur bersama. Tapi karena aku perempuan dan sendirian, aku memilih untuk tidak datang. Di hari-hari terakhir Ramadhan, sempat aku mengikuti kegiatan pagi hari. Sahur bersama, lalu sholat subuh berjamaah dan mengikuti KIBAS (Kajian Ba'da Subuh). KIBAS juga hampir mirip sama KARIB, berseri. Tiap harinya nyambung. Makin meningkatlahilmu yang kita dapat tanpa kita sadari ;) Jadi, pak ustad nya tuh udah nyiapin minimal 60 tema kajian untuk kegiatan ini. Kenapa minimal? Soalnya, selain KIBAS dan KARIB, masih ada kanian untuk pemuda, untuk pemudi, untuk bapak-bapak, untuk ibu-ibu, dan di tiga terakhir Ramadhan, ada kajian tentang pengetahuan Islam untuk semua kalangan. :""") *terharu abis nih sayah*

Seperti yang udah ku bilang, kalo hari Jumat gak ada buber di mesjid. Soalnya kita semua pindah ke KBRI. Kalo bukber di KBRI, ada takjilnya gitu. Ada kolek sama gorengan sama kue-kue gitu. Acaranya mah tetep sama. Tetep ada KARIB dong.. Tadarus juga ada. Yang muslimah muslimah itu tadarusan dulu di mesjid, terus selesai tadarus langsung berangkat ke KBRI bareng-bareng. Ada yang bareng naik bus, ada juga yang jalan kaki rame-rame. Soalnya dari mesjid ke KBRI tuh deket, palingan cuma beberapa halte bus aja. Kalo jalan rame-rame sambil ngobrol, pasti gak kerasa..

Nah, kalo hari Sabtu, ada buka puasa Akbar di mesjid. Kalo hari Sabtu, mesjidnya berasa kecil, soalnya banyak banget yang dateng. Makanan juga melimpah, ibu-ibu tuh udah bawa plastik buat bungkus deh pokoknya. Hihihihi.. Namanya juga ibu-ibu Indonesia, ya kelakuan gak beda jauh lah sama di Indo ;) seru banget. Serasa di Indonesia. Temen-temen yang gak bisa hadir di weekdays, karena kuliah atau kerja, juga pada dateng. Bay-bayi juga lebih banyak dari hari-hari biasa. Seru deh pokoknya. Oiya, kalo hari sabtu juga ada kuis Ramadhan gitu. Seru kuisnya. Pertanyaannya tuh tentang agama islam dan juga sosial. Dengerin dan nonton doang bisa bertambah ilmu, apalagi kalo ikutan berpartisipasi kan? 

Hari berganti hari, tiba-tiba aja kami ada di penghujung Ramadhan. Jamaah mesjid berkurang karena para student banyak yang pulang ke Indo untuk Lebaran sama keluarga. Aku termasuk yang tetap ada di Jerman dan masih mengikuti kegiatan mesjid sampai akhir. Hari itu hari terakhir aku buka puasa bersama di Ramadhan tahun ini. Saat adzan magrib berkumandang, hatiku mulai tak karuan. Aku pasti rindu suasana sebulan terakhir ini. Setelah kamu sholat Maghrib berjamaah, sang imam memimpin takbiran. Pertama kali aku mendengar suar takbiran, hatiku langsung meleleh dan pipiki langsung basah. Aku masih ingin ada di bulan Ramadhan. Aku akan merindukan suasana Ramadhan di mesjid Al-Falah. Semi pesantren yang tidak mengikat. Menambah keimanan dan juga wawasan. Bonusnya, makinlah aku bertambah teman yang soleh-solehah. Terimakasih semua..Terimakasih ya Allah.. Sampaikanlah umurku pada Ramadhan selanjutnya, jika Engkau mengizinkan. Aamiin..

Setelah suasana haru, kami melanjutkan kegiatan seperti biasa. Makan bersama. Karena sudah tak ada lagi sholat tarawih, maka kami melakukan bersih-bersih mesjid. Sebagian dari kami langsunh menuju KBRI untuk melaksanakan malam takbiran bersama di sana.

Keesokan harinya, hari Iedul Fitri pun datang. Kami semua sholat Ied berjamaah di KBRI. Banyak sekali warga Indonesia yang datang, tak hanya dari Berlin. Ruangan KBRI pun tak cukup menampung semua warga yang datang. Bahkan ada yang hanya berdiri gak kebagian tempat sholat. Selesai sholat, kita semua seisi KBRI maaf maafan deh.. Ketemu temen lama, minta maaf sana sini, ada juga yang langsung antri ambil makanan. Hihihi.. Sayangnya gak ada opor hari itu. Adanya nasi goreng. Alhamdulillah..

Opor nya disediakan banyak sekali pas tanggal 10 agustus di wisma dubes. Hari itu adalah hari perayaannya idul fitri dan juga HUT RI. Meria deh acaranya, malah ada doorprize tiket pulang pergi berlin-jakarta-berlin. Siapa yang gak mau kan!?! Semua kalangan datang. Reuni dadakan juga terjadilah. Seneng banget sih, bisa ketemu sama banyak kenalan. Bisa tau kabar terbaru mereka. Tapi gak sampai selesai acara itu, aku memutuskan untuk lanjut jalan-jalan sama temen sma ku, temen nordi, pokoknya temen seperjuangan. 

Itulah kurang lebih gimana Ramadhan, Lebaran dan setengah liburan aku. Setengahnya lagi menyusul. Karena masih ada satu bulan lagi sampe aku masuk kuliah lagi. Jadi anak Ernährungwissenschaft di Martin-Luther-Universität Halle-Wittenberg. Soon to be Ahli Gizi sama penulis terkenal. Aamiin.. Doain ya mba, mas, pak, bu dan adik adik sekalian.. 

Oiya, sebelum lupa lagi, Minal aidzin wal faidzin yaaa.. Maapin dosa sama perbuatan niwi yang disengaja maupun gak sengaja. Keep your dreams, and make it real. Halah, sok sokan bahasa inggeris nih si niwik. Semangat kawan, kita punya rencana, tapi Allah sudah punya rencana besar untuk kita.

Niwiarti ;)
»»  Read More...

Sunday, 30 June 2013

Adsilla Rania Siregar

Ratu bunga yang mekar di keluarga Siregar! 
Hahaha.. Itu kesimpulan yg kubuat sendiri tanpa ijin bundanya Adsilla. Siapa sih emang bundanya Adsilla? Atau, siapa sih Adsilla ini? Penting banget ya jadi judul sebuah postingan?

Penting banget, teman! She is my niece! Baruuuu saja dilahirkan hari ini, 30 Juni 2013 di Rumah Sakit Pondok Indah sekitar pukul tujuh pagi waktu Indonesia bagian barat. Anak pertama dari bunda Winiarti dan Ayah Erlangga Siregar. Dilahirkan dengan berat 2,85 kg dan panjang 47 cm. 

Lucuuuu banget. Pipinya tembem. Matanya masih merem terus. Iya, kerjaannya tiduuuuuur terus. Masih jetlag kali yah, sama kayak tantenya kalo pulang ke Indo. Hehehe.. Terus katanya, kalo nangis gak kenceng suaranya. Kalo kata bundanya, nangis sinetron. Nangis-nangis manja bohong gitu kali yeh maksudnya. Hehehehe.. 

Adsilla adalah keturunan baru pertama untuk kedua keluarga besarnya. Iya, maksudnya dia cucu pertama orangtua saya. Juga cucu pertama dari orangtuanya ipar saya. Gak heran deh kalo nenek sama kakeknya bergerak cepat ke rumah sakit tadi pagi. Tantenya juga gak kalah sibuk ngasih info ke jerman. Dan HP saya dalam keadaan silent.

Sekitar pukul satu dini hari waktu jerman, adikku, si Ninit udah ngabarin kalo mba Wini udah kontraksi dan mereka udah on the way ke RS. Aku belum melihat HP ku. Padahal papa sudah membonusi aku beberapa "PING!" dalam chat nya. Tapi berhubung aku juga tidak siap siaga menerima kabar dadakan ini, jadi ya gak kedengeran. Sejam kemuadian baru aku melihat HP dan ternyata Ninit dan papah udah kasih kabar lanjutan. "Mba Wini udah masuk ruang oprasi, tolong doanya."

Membaca kabar itu, aku langsung lemes. Senang, kaget, campur khawatir, campur haru dan campur sedih. Senang karena kakakku akan jadi bunda, akan ada anggota baru di keluarga kami. Kaget karena emang jadwal si dede dilahirkan itu baru tanggal lima Juli. Tapi pas akhir bulan begini udah mau keluar aja. Khawatir akan keadaan kakakku dan bayi nya. Haru karena ciptaan dan rencana Allah yang begitu indah. Dan juga sedih, karena aku tak bisa ada disana. Di momen penting keluargaku. Momen baru untuk kami.

Aku langsung mengabari mama, papa dan Ninit kalo aku baru membaca pesan mereka. Mama langsung meminta tolong untuk turut mendoakan mba Wini dan dede. Membimbing aku untuk membaca doa ini dan itu, surat ini dan itu, dzikir, dkk. Akupun ijin untuk sholat tahajjud, berdoa dan lanjut sholat subuh. 

Selesai sholat subuh, aku langsung secepat kilat mengecek HP ku lagi. Lagi-lagi ada bbm dari papa dan Ninit. Mereka mengirim images. FOTONYA DEDE! Aaaaaaaaaa.. Lucuuuuuuu sekali! Gak kayak bayi baru lahir, dede terlihat sebulan lebih dewasa dari umurnya. Hihihi.. Pipinya ituloh.. Minta banget digigit! Gemeeeesssssshh..

Siapa yang gak gemes liat pipi Adsilla?
Langsung lah aku menelepon mama yang ternyata sedang menunggu di kamar mba Wini. Tapi mba Wini nya masih di ruang Oprasi dan dede ada di ruangan bayi. Mama menceritakan kronologis kejadian kelahiran si dede dari A sampai gak berenti. Banyak kayaknya. Seru dengernya juga. Kata mama, mba Wini mulai kontraksi dari semalem nya. Tiap 20 menit sekali perutnya sakit. Tapi baik mba wini ataupun abang, masih cuek aja belum ke rumah sakit. Lalu sekitar pukul 6 WIB, mereka ke rumah sakit dan mengabari mama papa. Pas mama udah nemenin mba Wini, katanya mba Wini kontraksi ya udah lima menit sekali. Mama deg2an banget sih katanya. Soalnya mba Wini itu tidak dibolehkan melakukan persalinan normal. Harus di Oprasi Caesar, karena miopi-nya yang sudah tinggi. Makanya, buat cewek-cewek, pada rajin yah jaga kesehatan mata. Ane juga udah tinggi nih miopinya. Harus periksa dulu boleh normal apa engga kalo ngelahirin kelak.

Nah, balik lagi ke cerita mama. Selagi mama nemenin mba wini yang perutnya sakit-sakit gitu, abang nyiapin semuanya. Memastikan dokternya, ruangan, dll. Kata mama sih abangnya kayak santai gitu, gak tau saking deg2an nya jadi begitu, atau emang beneran nyantai. Aku gak tau deh. Hehe.. Lalu tepat jam tujuh waktu Indonesia bagian Barat, dilakukanlah tindakan oprasi oleh dokter yang bersangkutan.

Sekitar jam delapanan, si dede udah keluar ruang oprasi deh. Aku juga udah terima foto-fotonya dede. Kenapa dalam cerita aku masih memanggilnya dengan sebutan dede? Soalnya si bundanya masih di oprasi, si ayah masih nungguin bundanya. Belum pengumuman nama sama mama, jadi mama juga masih merahasiakan nama si dede padaku. 

Aku pamit tidur sama mama, karena memang semalaman aku belum tidur dikarenakan waktu sholat yang mepet-mepet. Walau udah pamit tidur, jantungku masih berdegup kencang disebabkan rasa senang, bibirku masih membentuk senyuman dan parahnya, mataku masih melek. Seger banget. Gak ada rasa ngantuk dikiiiit aja. Tapi akhirnya aku bisa tertidur, saat langit sudah berwarna biru.

Tak lama aku terbangun, karena suara alarm yang sengaja kupasang. Aku memang sudah ada janji untuk pergi hari ini. Dengan mata masih setengah terpejam, aku memasukkan apa yang bisa dan harus kumasukkan ke dalam tas. Charger dan headset langsung masuk dan kusut2an didalam tas. Lalu aku melempar HP ku ke dalam tas. Lalu aku tersadar bahwa lampu bb ku kedap kedip. Ada bbm dari papa. Lalu aku melihat recent updates, ternyata mba wini dan mama sudah mengganti status ya dengan nama si dede. Adsilla Rania Siregar.

Segera pula kupasang foto baru Adsilla sambil menampangkan namanya di status bbm ku. Kuberitahu mama kalo aku sudah bangun, lalu mama memberiku nama plus arti dari Adsilla.

Adsilla: bunga yang mekar
Rania: ratu
Siregar: marga sang ayah

Adsillaaaaa, keponakanku sayang. Selamat datang di dunia ya, sayang. Semoga kamu menjadi anak yang solehah, yang sayang dan disayang sama Allah, orangtua dan keluarga. Semoga kamu terhindar dari segala godaan syetan yang terkutuk. Adsillaaa, mekarlah seperti namamu ya sayang. Jalankan tugasmu sebagai makuk ciptaan Allah. Bunda sama Ayah pasti akan membimbing kamu menusuri jalan Allah yang benar. 

Untuk bundanya Adsilla, kakakku tersayang. Mba sekarang udah jadi bundaaa.. Selamat ya mba Wini sayaaang.. Makin nambah saja tanggung jawabnya. Tapi aku yakiiiiiin banget kalo mba Wini bisa jadi bunda yang kece buat Adsilla (dan mungkin adik2nya nanti). The way our Mom holding and caring us, i think you will be a great mom too.. Hehe..

Untuk ayahnya Adsilla, abang Angga, selamat ya abaaaang.. Abang pasti bisa jadi imam yang baik untuk mba wini, Adsilla dan (mungkin) adik2nya Adsilla. Hihihi..

Untuk kakek dan nenek nya Adsilla, selamat ya sekarang bapak2 dan ibu2 sudah bisa gendong cucu. Jangan rebutan ngurus Adsilla yaaa.. Hihihihi..

Untuk om sama tantenya Adsilla yang di Indo (abang Anggi dan Ninit), pelis banget kirimin yang banyak foto Adsilla, video Adsilla juga yaaaa.. Dokumentasikan pokoknyaaaa.. Pelis abis! Minta tolong ini beneran. Heheehe.. 

Sun sayang buat Adsilla dari tante Niwi.
Semoga anak ini tidak kesusahan menyebut namaku yaaaa.. :*

»»  Read More...

Saturday, 29 June 2013

FUTUR

Assalamualaikum kawan kawan sekalian..

Bagaimana kabarnya nih? Sebulan lebih kah aku mengabaikan birubicara? Hiks.. Sedih sekali ketika teringat birubicara. Sedih karena aku mengabaikan janjiku. Sedih karena aku berkhianat pada janjiku sendiri untuk rutin menulis. Aku rindu menulis. Rasa malas yang membuatku seperti ini. Hus hus huss.. Jauh jauh aja malesss...

Mungkin kalian bertanya apa itu FUTUR? Futur secara istilah merupakan suatu penyakit yang dapat menimpa seseorang yang berjalan di jalan Allah. Futur itu artinya terputus setelah tersambung (bukan putus-nyambun yak!), terdiam setelah bergerak terus, malas atau lamban atau kendur setelah rajin bekerja. Jiaaahh.. Berat yee bahasannyaaa..

Nih, misalkan nih. Biasanya kita sholat lima waktu selalu tepat waktu, abis sholat ngaji, terus sholat dhuha sama tahajjud nya lancar. Terus setelah ada misalnya beberapa kejadian, misalkan nih misalkan, gara-gara waktu summer (bagi yang berada di eropa dan sekitarnya) yang bikin susah banget ngatur waktu sholat magrib-isya-subuh (apalagi tahajjud). Jadinya sholat subuh suka kesiangan. Atau ketiduran abis magrib, bangun-bangun udah subuh aja. Terus gara-gara itu, jadi males seharian termasuk jadi males Dhuha sama ngaji. Pokoknya ibadah jadi kendor deh. Nah, begitulah contoh futur kurang lebihnya.


Parah ya? Bahaya loh futur tuh. Bisa-bisa kita lupa malah sama sholat lima waktu. Jangan sampeeee.. Gimana caranya biar terhindar dari futur? Ada beberapa tips nya juga nih. Diantaranya, cari lingkungan yang bagus, memberikan waktu istirahat untuk tubuh, istiqomah, selalu ingat mati, dll. Banyak sih, tapi ya itu aja sih yang lumayan bisa di terapkan dalam hidup sehari-hari.

Naaaahhh, kenapa aku tetiba bahas futur ato MALES ini? Soalnya itu sepertinya yang terjadi pada diriku dengan si birubicara ini. Mana tulisanku belakangan ini? Gak ada kan? NIHIL. Serem abis yak.. Semua ide-ide tuh berseliweran tapi gak ku catet. Males gegara microsoft word di Laptop gak bisa. Alasan ini dan itu. Banyak banget. Padahal yang namanya nulis mah bisa dimana aja.

Aku minta maaf ya buat teman-teman yang menunggu tulisan aku (pede banget). Maaf bulan ini sepi tulisan. Gak ngulang lagi deh, InsyaAllah. Mungkin caranya buat ilangin rasa males ini dengan BlogWalking kali yaa.. Kan kalo dalam ibadah, futur bisa dihindari kalo kita ada di lingkungan yang bagus, yang banyak orang-orang shalih shalihah. Naaah, buat para Blogger yang males, blogwalking adalah lingkungan bagus untuknya. Jadi termotivasi untuk menulis. Jadi gemes buat nulis juga. Ya gak sih?

Bukan cuma dalam ibadah dan dalam ngeblog aja nih. Futur atau males ini juga suka merambah didunia persekolahan, perkuliahan dan pekerjaan. Betul apa benerr? Hehehe.. Jangan sampe ya, kawan. Cari lingkungan yang oke. Lingkungan yang anak-anaknya rajin-rajin atau seenggaknya yang kemauan untuk suksesnya banyak. Jadi pas kita lagi males, ada yang ingetin. Begitu juga sebaliknya. Kita juga bisa terpacu untuk jadi rajin kalo liat lingkungan sekitar kita rajin-rajin. Beneran deh, sok buktiin. 

Sebegitu dulu saja ya cas cis cus aku kali ini. InsyaAllah dalam waktu yang tak lama lagi aku post cerita baru. Oke okeee... Ditunggu ya bapak ibuuu.. Kalo engga ada juga postingan barunya, bisa di sindir ato dikasi tau beneran lewat twitter (@niwiarti), Facebook (Niwiarti Wijadhy), atau malah bisa langsung di Line (Niwiarti). Hihihi.. Sekalian promosi ini mah yah..

Tirimikisiiiihh..

Wassalamualaikum..
»»  Read More...